Sambas — Javanesonline.co.id | Tim Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) melakukan kunjungan kerja ke Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dalam rangka sinkronisasi pengelolaan kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, pada 15–16 April 2026.

Kunjungan selama dua hari tersebut difokuskan pada penguatan koordinasi lintas sektor guna mendukung pertahanan negara, peningkatan pelayanan publik, serta pengembangan potensi ekonomi di wilayah perbatasan.

Pada hari pertama, tim Kemenko Polkam menggelar rapat koordinasi di Aula Villa JS Resort Camar Bulan, Desa Temajuk. Rapat tersebut membahas sinkronisasi pengelolaan kawasan perbatasan sebagai bagian dari upaya memperkuat kawasan strategis nasional.

Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan, Laksamana Pertama TNI Rudi Haryanto, menyampaikan bahwa pertemuan dengan para pemangku kepentingan di Kabupaten Sambas menjadi momentum penting dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah.

Ia menilai Desa Temajuk memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pariwisata perbatasan yang terintegrasi dengan negara tetangga, Malaysia. Namun demikian, pengembangan tersebut memerlukan dukungan investasi serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

“Temajuk memiliki peluang menjadi kawasan pariwisata terpadu di perbatasan. Namun, perlu dukungan investor dan pembangunan bertahap, termasuk pengembangan Pos Lintas Batas (PLB),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Sambas, Septiza, menyebutkan bahwa Temajuk merupakan salah satu kawasan dengan potensi besar, baik di sektor pariwisata maupun sumber daya alam.

Ia menjelaskan, selain Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk yang telah beroperasi, pemerintah juga merencanakan pembangunan PLBN Temajuk pada 2027. Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Wilayah perbatasan Temajuk memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi, mulai dari pariwisata hingga sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama pada infrastruktur jalan menuju kawasan wisata yang sebagian masih berupa jalan tanah.

Kunjungan kerja ini juga dihadiri unsur Forkopimda dan instansi terkait, antara lain TNI, Polri, Imigrasi, Bea Cukai, serta perwakilan pemerintah daerah.

Pada hari kedua, tim Kemenko Polkam melanjutkan agenda dengan meninjau langsung kondisi wilayah perbatasan di Desa Temajuk. Peninjauan dilakukan untuk memastikan stabilitas keamanan serta melihat secara langsung pelayanan publik dan aktivitas masyarakat di wilayah terluar Indonesia tersebut.

Rombongan juga meninjau Pos Lintas Batas di Temajuk serta Pos Kawalan Sempadan Telok Melano di wilayah Malaysia, didampingi Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Sarawak.

Selain itu, tim mengunjungi sejumlah lokasi strategis, seperti pos TNI AL, sentra pengolahan ubur-ubur milik warga, serta kawasan penangkaran penyu di Tanjung Api, Desa Sebubus.

Melalui kunjungan ini, pemerintah pusat berharap pengelolaan kawasan perbatasan dapat berjalan lebih terintegrasi, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan negara di wilayah perbatasan. (Us)