Pandeglang – Javanewsonline.co.id | Di tengah perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 RI, Pemerintah Kabupaten Pandeglang meluncurkan sebuah inovasi digital yang diklaim akan memangkas birokrasi. Namanya, aplikasi “Didingklik”, sebuah akronim dari Dewi Iing Klik, merujuk pada nama Bupati Dewi Setiani dan Wakil Bupati Iing Andri Supriadi. Aplikasi ini resmi diluncurkan pada Minggu, 17 Agustus 2025, di Alun-alun Pandeglang, bertepatan dengan upacara HUT RI.

Bupati Dewi Setiani mengatakan bahwa peluncuran aplikasi ini adalah wujud komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan yang efektif, efisien, dan transparan. “Dengan sekali klik, seluruh layanan masyarakat kini dapat diakses lebih mudah. Pelayanan jadi lebih dekat, birokrasi lebih gesit, dan masyarakat lebih puas,” ujarnya.

Wakil Bupati Iing Andri Supriadi menambahkan, “Didingklik” merupakan terobosan untuk mewujudkan pemerintahan berbasis digital. Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai layanan vital, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, kesehatan, pendidikan, pajak daerah, hingga layanan aduan masyarakat. “Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan dan memangkas birokrasi yang berbelit,” kata Iing.

Peluncuran ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ade, seorang warga berusia 35 tahun yang hadir di acara tersebut, berharap inovasi ini benar-benar memberikan manfaat nyata. “Kami harap pelayanan semakin cepat, khususnya layanan administrasi kependudukan. Biar kami tidak antre terus,” ungkapnya.

Di era digital, aplikasi seperti “Didingklik” adalah kebutuhan. Inisiatif ini menandai pergeseran paradigma pelayanan publik di Pandeglang, dari yang konvensional menjadi berbasis teknologi. Namun, tantangannya adalah memastikan aplikasi ini berfungsi optimal dan mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di pelosok. Jika berhasil, “Didingklik” bisa menjadi model bagi daerah lain dalam upaya transformasi digital. (Didi)