Pandeglang – Javanewsonline.co.id | Bunda Literasi Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menegaskan pentingnya terus menggaungkan gerakan literasi, khususnya kepada generasi muda dan anak-anak. Hal ini disebutnya sebagai salah satu upaya krusial dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Pernyataan tersebut disampaikan Tinawati Andra Soni usai menghadiri acara Shelf and Sound Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2025 yang digelar di Wisata Lembur Kula, Desa Pasir Peuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Rabu (23/7/2025).

Dalam kegiatan tersebut, juga diresmikan Perpustakaan Jagaraksa yang berlokasi di salah satu wisata kuliner bernuansa alam, Lembur Kula. Acara dilanjutkan dengan talkshow bersama Gelas Kosong serta penyerahan single lagu berjudul “Rumah Cahaya” oleh Nabila Fajra Nadira feat Arie Solois dan Albe kepada Bunda Literasi Provinsi Banten dan Relawan Fesbuk Banten News.

Menurut Tinawati, konsep perpustakaan di lokasi wisata kuliner merupakan hal yang menarik, terutama bagi anak-anak dan keluarga yang ingin berwisata sambil mendapatkan fasilitas taman bacaan.

“Kita harus menggiatkan literasi dan itu bisa dimulai dari pendidikan karakter usia dini, dimulai dari rumah tangga khususnya,” ungkap Tinawati.

Ia menambahkan, “Ini akan menjadi pemantik, bahwa membaca juga perlu diselaraskan dengan view-nya, dengan atmosfer yang menyenangkan. Hal ini akan membangkitkan semangat dari anak-anak atau keluarga, tidak hanya sekadar hiburan semata, tetapi menjadi salah satu bentuk hiburan edukasi.”

Tinawati berharap gerakan ini mendapat dukungan luas dari Pemerintah Daerah, serta dapat mendorong pelaku usaha dan wisata untuk turut menggerakkan pojok baca atau perpustakaan di tempat mereka.

“Sekaligus nanti kami juga ikut mempromosikan gerakan-gerakan seperti ini, tidak hanya di wilayah pariwisatanya saja, tetapi juga di wilayah pendidikan keluarganya,” imbuhnya. “Mudah-mudahan ini bisa diikuti oleh pelaku usaha lainnya, bahwa pojok baca itu sangat penting.”

Ade Kardiana, pemilik Lembur Kula, menjelaskan bahwa Perpustakaan Jagaraksa dirancang terbuka untuk umum. Desain rak buku yang terbuka memungkinkan pengunjung dan masyarakat untuk dengan mudah mengakses dan membaca buku-buku yang tersedia.

“Jadi kemanapun kita datang tetap harus ada edukasinya di situ. Jadi, ketika pulang dari tempat wisata, ada ilmu yang bisa kita ambil,” katanya.

Di lokasi yang sama, Pegiat Literasi Aip Rochadi berharap kehadiran perpustakaan di destinasi wisata dapat menciptakan ruang baca baru yang menyenangkan. “Agar menjadi suasana dan ruang-ruang baca yang bisa menjadikan kebiasaan baru, tentunya yang menyenangkan,” pungkasnya.

Perpustakaan Jagaraksa sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Bunda Literasi Provinsi Banten, Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Provinsi Banten, PT Titipan Kilat (TIKI), dan Wisata Alam Lembur Kula. (adpim/red)