Pangkalan Kerinci – Javanewsonline.co.id | Dalam upaya mewujudkan visi dan misi “Terwujudnya Kabupaten Pelalawan yang Maju, Ekonomi Mandiri, Nyaman dan Aman, Bermarwah dan Berkelanjutan Tahun 2029”, Pemerintah Kabupaten Pelalawan meluncurkan program revolusioner yang diberi nama Wisata Belanja Perikanan (WILKAN).

Bupati Pelalawan H Zukri Misran

Program ini merupakan gagasan brilian dari Dinas Perikanan Kabupaten Pelalawan, yang secara resmi diresmikan oleh Wakil Bupati Pelalawan, H Husni Thamrin SH, di area Embung kawasan Perkantoran Bhakti Praja, Pangkalan Kerinci, pada 10 Juni 2025 lalu.

Peluncuran WILKAN ini menandai babak baru dalam pengembangan sektor perikanan di Pelalawan, tidak hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai pendorong roda perekonomian lokal dan atraksi wisata yang edukatif.

Wakil Bupati Pelalawan H Husni Thamrin SH Meninjau Warga Belanja Ikan setelah di luncurkan Wisata Belanja Perikanan

Inisiatif ini lahir dari pemikiran strategis untuk menciptakan ekosistem perikanan yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, dengan fokus pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Wakil Bupati Pelalawan, H Husni Thamrin SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas terobosan inovatif ini. Menurutnya, WILKAN adalah bukti nyata kreativitas dan semangat kolaborasi di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten
Pelalawan Ir M Syahrul Syarif

“Alhamdulillah, ini adalah inovasi luar biasa di tengah kondisi keuangan yang terbatas. Wisata makanan dan perikanan seperti ini harus terus digiatkan,” ujar Husni Thamrin.

Beliau juga melihat potensi besar program ini dalam upaya pengendalian inflasi daerah. Dengan menyediakan akses langsung kepada masyarakat untuk mendapatkan komoditas perikanan dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga terjangkau, WILKAN dapat menjadi instrumen efektif dalam menstabilkan harga pasar.

Dinas Perikanan Kabupaten Pelalawan Melepaskan Benih Ikan di Embung Kawasan Bhakti Praja Pangkalan kerinci

“Bisa saja kita jadwalkan seminggu sekali, jual ikan di sini, pegawai dan masyarakat bisa ikut terlibat. Tentu harus didukung oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar, agar menjadi wisata yang mampu menggerakkan ekonomi baru,” tambahnya, menunjukkan visi jangka panjang untuk menjadikan WILKAN sebagai magnet ekonomi baru di Pelalawan.

Husni Thamrin turut mengingatkan seluruh pegawai pemerintahan untuk tetap fokus pada tugas pokoknya sebagai pelayan masyarakat, seraya mendorong lahirnya lebih banyak inovasi demi kemajuan Kabupaten Pelalawan secara keseluruhan.

Mengatasi Tantangan UMKM Perikanan dan Stabilitas Harga

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pelalawan, Ir M Syahrul Syarif, dalam paparannya menjelaskan bahwa Program WILKAN dirancang sebagai solusi strategis untuk mengatasi persoalan klasik yang sering dihadapi oleh pelaku UMKM perikanan, yaitu masalah konsistensi usaha dan fluktuasi harga produk.

“Terkadang pelaku usaha tidak konsisten karena produk tidak laku atau hanya laku dengan harga rendah. Oleh sebab itu, kami bentuk Bidang Pemasaran yang bertugas memastikan produk perikanan bisa terjual dengan harga yang layak,” ungkap Syahrul.

Langkah ini menjadi krusial untuk memberikan kepastian pasar dan meningkatkan kepercayaan diri para pembudidaya dan pengolah ikan. Lebih dari itu, WILKAN juga selaras dengan fungsi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Dalam setiap pelaksanaannya, program ini tidak hanya fokus pada produk perikanan, tetapi juga menginisiasi kegiatan pasar murah yang menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok esensial, seperti minyak, sayur-mayur, daging, ayam, dan tentu saja, ikan segar.

Dinas Perikanan bahkan menyiapkan layanan penyimpanan ikan dalam kotak pendingin untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan rutin setiap minggu. Harapannya tidak hanya pegawai, tapi juga masyarakat umum bisa memanfaatkannya sebagai akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelas Syahrul, menegaskan komitmen untuk menjadikan WILKAN sebagai agenda rutin yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci Keberhasilan

Keberhasilan Program WILKAN ini, menurut Syahrul Syarif, tidak lepas dari semangat kolaborasi lintas sektor yang kuat. Ide ini merupakan implementasi nyata dari arahan Bupati Pelalawan tentang pengembangan kawasan Bhakti Praja sebagai destinasi wisata edukatif dan produktif.

“Dinas Perikanan bersama Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, PUPR, dan Satpol PP turut bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan ini. Kolaborasi menjadi kunci utama pemberdayaan kawasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sinergi antarinstansi pemerintah ini membuktikan bahwa dengan bekerja sama, kendala dapat diatasi dan potensi daerah dapat dioptimalkan secara maksimal. Kawasan Embung Bhakti Praja, yang selama ini dikenal sebagai tempat rekreasi masyarakat dengan gemericik air dan ikan-ikan di dalamnya, kini bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi dan edukasi yang hidup. Ini adalah contoh bagaimana aset daerah dapat dimaksimalkan untuk multi-fungsi, menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pemerintah.

Dukungan Penuh Bupati untuk Budidaya dan Ekonomi Perikanan

Bupati Pelalawan, H Zukri Misran SM, memberikan apresiasi yang sangat besar kepada Dinas Perikanan atas inisiatif WILKAN ini. Beliau menyatakan komitmen penuh untuk mendukung pengembangan sektor budidaya perikanan sebagai salah satu pilar ketahanan pangan dan penggerak ekonomi masyarakat di daerahnya.

“Selama ini kita sudah memulai memajukan program makan ikan segar, karena daerah kita ini kaya akan ikan. Budidaya ikan kita support melalui program-program pemberdayaan oleh Dinas Perikanan,” kata Bupati Zukri.

Dukungan nyata akan diberikan melalui berbagai bantuan, seperti penyediaan bibit ikan berkualitas, pelatihan teknis bagi petani budidaya, serta membuka akses permodalan melalui kerja sama dengan perbankan dan koperasi. Bupati juga mendorong pengembangan inovasi teknologi budidaya dan pengolahan hasil perikanan untuk meningkatkan nilai jual produk.

“Kita ingin masyarakat bisa menikmati hasil dari tanahnya sendiri. Perikanan bukan hanya soal makan, tapi juga soal membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan,” tambahnya, menunjukkan fokus pemerintah pada peningkatan kesejahteraan melalui sektor perikanan.

Dukungan Bupati Zukri juga mencakup upaya menjadikan potensi perikanan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat yang bergerak di bidang pemasaran maupun kuliner olahan daging ikan segar.

“Melalui program wisata belanja perikanan, semua aspek dari budidaya perikanan dapat dikembangkan, baik aspek budidayanya, pemasarannya, maupun kuliner khas Pelalawan dapat berkembang,” pungkasnya, menggarisbawahi potensi besar WILKAN sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi kreatif di Pelalawan.

Dengan WILKAN, Kabupaten Pelalawan tidak hanya mewujudkan ketahanan pangan melalui konsumsi ikan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Program ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam memanfaatkan potensi lokal untuk kesejahteraan bersama. (Adv/Erizal)