Musi Rawas – Javanewsonline.co.id | Pagi itu, langit Muara Rupit tampak cerah. Ribuan jemaah memadati halaman Masjid Al-Falah untuk menunaikan Salat Idul Adha. Suasana khidmat menyelimuti udara, diselingi takbir yang menggema hingga ke sudut-sudut kelurahan. Di barisan depan, tampak Bupati Musi Rawas Utara, H. Devi Suhartoni, berdiri berdampingan dengan Wakil Bupati H. Junius Wahyudi, Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Aditama, serta jajaran pejabat daerah lainnya.

Namun yang membuat pagi itu lebih istimewa bukan hanya gema takbir atau ramainya jemaah, melainkan satu kejutan: seekor sapi besar seberat 850 kilogram ikut hadir sebagai simbol cinta dari istana. Ya, hewan kurban itu adalah titipan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk masyarakat Muratara.

“Alhamdulillah, ini bukti bahwa Muratara tidak dilupakan. Terima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatian dan kasih sayangnya,” ujar Bupati Devi Suhartoni usai menyerahkan sapi kurban kepada panitia Masjid Al-Falah, Kamis (6/6/2025).

Dari Istana ke Muara Rupit

Sapi berpostur gagah itu bukan hewan biasa. Selain bobotnya yang mengesankan, ia telah melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan dari tim Dinas Pertanian Muratara. Kepala dinasnya, Ade Meiri Siswani, memastikan sapi Presiden dalam kondisi prima dan layak disembelih sesuai syariat Islam.

“Sudah diperiksa, sehat dan memenuhi standar. Insya Allah ibadah kurban ini diterima sebagai amal yang ikhlas,” jelasnya.

Tak hanya simbolik, kurban ini juga menjadi bentuk kehadiran negara hingga ke daerah-daerah. Kepala Bagian Kesra Setda Muratara, H. Irwan Susanto, menyebut bantuan tersebut sebagai “tanda cinta dari pemimpin bangsa”.

“Ini bukan sekadar hewan kurban. Ini pesan: pemerintah hadir, peduli, dan ingin berbagi,” katanya.

Rasa Syukur dan Harapan

Pelaksanaan kurban di Masjid Al-Falah berlangsung tertib dan hangat. Dagingnya akan dibagikan kepada warga yang paling membutuhkan, sebagai bagian dari semangat berbagi di hari suci.

Di tengah segala hiruk-pikuk dan tantangan kehidupan masyarakat, momentum Idul Adha menjadi ruang perenungan. Pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS kembali dihidupkan dalam wajah-wajah penuh syukur warga Muratara.

“Semoga kurban ini jadi pengingat untuk kita semua, bahwa membangun masyarakat bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal hati dan empati,” tutup Bupati Devi Suhartoni.

Idul Adha kali ini, Muratara tak hanya mendapat berkah daging kurban, tapi juga pesan moral: bahwa pengorbanan dan kepedulian adalah pondasi dari kebersamaan. (AE)