Muratara – Javanewsonline.co.id | Suasana ruang sidang utama DPRD Muratara siang itu terasa berbeda. Kursi-kursi yang biasanya lengang, kini terisi penuh. Para anggota dewan, perwakilan Forkopimda, hingga jajaran OPD tampak khidmat mengikuti jalannya rapat paripurna pada Selasa (3/6/2025). Di deretan depan, Wakil Bupati Muratara, H. Junius Wahyudi, duduk tenang sambil sesekali mencatat poin-poin penting.
Hari itu bukan sidang biasa. DPRD Muratara resmi mengesahkan lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) sekaligus menyepakati Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Muratara untuk periode 2025–2029.
“Ini bukan sekadar agenda seremonial, tapi penanda arah masa depan Muratara lima tahun ke depan,” ujar Wabup Junius Wahyudi dalam sambutannya.
Lima Aturan, Satu Arah Baru
Pengesahan lima Raperda menjadi momen penting. Meski tak disebutkan secara rinci dalam sidang, aturan-aturan ini diyakini menyasar bidang-bidang strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ketua DPRD Muratara, Devi Arianto, menyebut kesepakatan ini sebagai “buah kerja sama yang konstruktif” antara legislatif dan eksekutif.
“Penting bagi kita memastikan semua kebijakan daerah punya dasar hukum yang kuat, agar program bisa berjalan dengan efektif dan transparan,” tegasnya.
RPJMD, Kompas Pembangunan Lima Tahun
Namun yang tak kalah penting adalah disepakatinya RPJMD 2025–2029. Dokumen ini akan menjadi kompas arah pembangunan Kabupaten Muratara ke depan. Mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi—semuanya dirangkum dalam satu peta besar.
“RPJMD ini bukan hanya dokumen administratif, tapi komitmen kita semua untuk menyejahterakan masyarakat,” kata Wabup Junius dengan nada optimis.
Menurutnya, tantangan pembangunan akan semakin kompleks. Tapi dengan perencanaan yang matang dan sinergi antarpihak, Muratara bisa melangkah lebih jauh.
Langkah Kecil Menuju Lompatan Besar
Sidang paripurna itu pun ditutup dengan ketukan palu tanda sah. Meski hanya berlangsung beberapa jam, keputusan yang diambil hari itu akan berdampak hingga lima tahun ke depan.
Dengan aturan yang jelas dan visi pembangunan yang terarah, kini tinggal bagaimana seluruh elemen pemerintahan bisa bergerak seirama. Harapannya, Muratara tak hanya tumbuh dalam angka, tapi juga dalam kualitas hidup warganya.
Karena pembangunan sejati, seperti yang sering dikatakan para pemimpin, dimulai dari niat baik, kerja nyata, dan arah yang jelas. Dan hari itu, Muratara baru saja menetapkan arah barunya. (AE)

