Pinrang – Javanewsonline.co.id | Menjelang musim hujan, Pemerintah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, menggencarkan langkah-langkah preventif untuk menekan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Melalui Dinas Kesehatan, upaya pencegahan dilakukan secara masif di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan kasus DBD.
Dikutip dari Pinrangkab.go.id Kepala Dinas Kesehatan Pinrang, drg. Dyah Puspita Dewi, M.Kes., menjelaskan bahwa program pencegahan telah dimulai sejak awal Mei 2025, dengan menyasar wilayah-wilayah endemik maupun daerah yang melaporkan kasus aktif. Kegiatan ini melibatkan petugas kesehatan, juru pemantau jentik (Jumantik), serta unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
“Langkah awal kami adalah gerakan 3M: menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air. Kegiatan ini menjadi fokus utama agar pemberantasan jentik nyamuk bisa dilakukan sejak dini,” kata drg. Dyah saat ditemui di Pinrang, Senin (26/5/2025).
Ia menambahkan, gerakan 3M dilanjutkan dengan fogging atau pengasapan untuk membasmi nyamuk dewasa. Namun, menurutnya, fogging hanya bersifat sementara dan tidak cukup efektif tanpa keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Jentik nyamuk tetap bisa berkembang jika tidak dibasmi. Oleh karena itu, kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat krusial dalam pencegahan DBD,” ujarnya.
Meski terjadi penurunan jumlah kasus DBD dari 142 kasus pada 2024 menjadi 28 kasus hingga Mei 2025 Pemkab Pinrang tetap meningkatkan kewaspadaan. Monitoring lapangan dan pengasapan dilakukan secara berkala berdasarkan laporan dari fasilitas layanan kesehatan.
Senin ini, pengasapan dilakukan di Kelurahan Ulo, Kecamatan Lanrisang, menyusul laporan peningkatan kasus sebanyak enam orang dalam beberapa hari terakhir.
Selain Lanrisang, wilayah lain yang telah dilakukan fogging antara lain wilayah kerja Puskesmas Salo, Paleteang (Sulili), Tuppu, Mattiro Bulu, Mattombong, Suppa, dan Ujung Lero. Langkah ini dilakukan secara terukur dengan melihat peta sebaran kasus dan kondisi lingkungan setempat.
Pemkab Pinrang berharap gerakan 3M tidak hanya berlangsung sesaat, tetapi menjadi kebiasaan baru yang tumbuh dari kesadaran masyarakat. Dengan keterlibatan aktif lintas sektor dan warga, pemerintah optimistis ancaman DBD dapat ditekan secara signifikan. (Syass)

