Pangkep – Javanewsonline.co.id |  Bertempat di Balai Desa Baring, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, dilaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang membahas isu ketahanan pangan, Pada Selasa (25/02).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen penting pemerintahan desa, di antaranya Kepala Desa Baring Andi M. Arsyad G., perangkat desa, pendamping desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain itu, turut hadir juga perwakilan dari kecamatan, yakni Camat Segeri, Kapolsek Segeri AKP Sofyanto, SH, serta bagian pemerintahan Kabupaten Pangkep.

Musdesus ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa dalam meningkatkan ketahanan pangan, yang menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan desa. Mengingat pentingnya sektor pangan bagi kesejahteraan masyarakat, forum ini bertujuan menggali potensi lokal dan mencari solusi guna mewujudkan kemandirian pangan di Desa Baring.

Dalam musyawarah yang berlangsung selama beberapa jam tersebut, sejumlah topik penting dibahas, antara lain pengembangan pertanian lokal, pemanfaatan sumber daya alam di sekitar desa, serta penguatan sistem distribusi pangan yang lebih efisien. Tak kalah pentingnya, penguatan peran BUMDes menjadi salah satu fokus pembahasan, mengingat badan usaha ini dapat menjadi penggerak utama dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Kepala Desa Baring, Andi M. Arsyad, yang turut hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan. “Musdesus ini adalah sarana bagi kita semua untuk berkumpul dan berdiskusi mengenai langkah-langkah yang harus kita ambil untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh perangkat desa dan warga untuk turut berperan aktif dalam merealisasikan berbagai program yang telah disepakati.

Pendamping Desa yang hadir dalam Musdesus memberikan masukan terkait strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menciptakan sistem pangan yang lebih mandiri. Salah satu langkah yang disarankan adalah melibatkan kelompok tani serta pemuda desa dalam pelatihan dan peningkatan kapasitas di bidang pertanian dan pengolahan pangan.

Pengurus BUMDes Baring juga mengungkapkan rencana pengembangan usaha berbasis pertanian yang dapat mendukung ketahanan pangan desa. Melalui keberadaan BUMDes, diharapkan dapat terbentuk model bisnis yang memfasilitasi distribusi produk pangan secara merata kepada masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.

Ketahanan pangan di desa menjadi semakin relevan mengingat tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, seperti perubahan iklim yang memengaruhi hasil pertanian, serta keterbatasan akses pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, Musdesus ini diharapkan dapat menjadi titik tolak untuk membangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait dalam menghadapi tantangan tersebut.

Kapolsek Segeri, AKP Sofyanto, SH, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. “Ke depan, diharapkan Desa Baring dapat menjadi contoh desa mandiri dalam ketahanan pangan, dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal dan mengembangkan usaha berbasis agribisnis yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Sebelum menutup acara, Kepala Desa Baring, Andi M. Arsyad, menyampaikan bahwa sektor pertanian, khususnya penanaman padi dan jagung, akan menjadi prioritas utama desa dalam upaya mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Musdesus Ketahanan Pangan di Desa Baring diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antara Kepala Desa, perangkat desa, Pendamping Desa, BPD, serta pengurus BUMDes untuk mendukung berbagai program yang telah disepakati. (Jufri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.