Jayapura – Javanewsonline.co.id | Pengurus Koperasi Tuna Sahabat mempertanyakan manfaat dari pembentukan Kelompok Nelayan yang diperintahkan oleh Dinas Perikanan Kota Jayapura, untuk dapat memperoleh pembinaan dan bantuan. Akan tetapi, sejak dibentuk hingga saat ini tidak ada realisasinya.

Saat ditemui oleh Javanewsonline.co.id, Asbany Wihyawari selaku Ketua Koperasi yang juga pemilik dari usaha Pengepul Ikan Tuna Wooi Putra Sabat mengatakan, bahwa sejak tahun 2015 telah memulai usahanya dengan modal sendiri dari membangun dan mengelola usahanya, sehingga bisa mengirim hasil ikan tuna yang diperoleh hingga ke luar negeri.

Ia juga mengungkapkan bahwa Dinas Perikanan telah meminta pihaknya untuk membentuk kelompok usaha nelayan, yang saat ini berbentuk koperasi dengan nama Koperasi Bina Tuna Sahabat, yang sudah resmi terbentuk sejak tanggal 13 September 2019.

“Pemerintah suruh buat kelompok dan setiap bulan kami telah memberikan data dan laporan, bahkan Dinas Perikanan Kota Jayapura, Provinsi hingga Kementerian sering mengunjungi tempat kami, tetapi sampai saat ini kami tidak pernah mendengar kabar baik atau menerima hasil dan bentuk realisasi dari data-data tersebut,” ujar Asbany.

Ia juga menanyakan maksud dan tujuan dari dinas, yang memintanya untuk membentuk kelompok, karena sampai saat ini pihaknya tidak pernah menerima hasil yang baik dari Pemerintah dan juga ia tidak mau sampai anggota dari kelompoknya berfikiran negative terhadap dirinya selaku Ketua.

“Sekarang saya membuat kelompok, nasabah saya bertanya, sudah berapa tahun kau buat kelompok tidak ada bukti apa apa, yang malukan saya selaku ketua, mungkin pikiran orang, ketua sudah dapat bantuan dari pemerintah, tapi mungkin ketua gelapkan bantuan tersebut, padahal sama sekali tidak ada bantuan yang pernah saya diterima,” ungkapnya.

Hermina Aronggear selaku Bendahara Koperasi mengatakan, nelayan di pesisir ini bukan nelayan binaan, tetapi nelayan mandiri. “Kalau memang ada bantuan yang turun melalui koperasi ini, mungkin nelayan dong tau. Betul ada pembinaan, tetapi sama sekali tidak ada, sehingga nelayan banyak yang komplen, kita selaku pengurus ini yang selalu kena marah,” ujarnya.

Yance Yoce Richard selaku Sekretaris Koperasi juga mengatakan, bahwa pihaknya sama sekali belum pernah memperoleh bantuan dana binaan dari Dinas Perikanan Kota Jayapura, bahkan sudah sering memasukkan proposal permohonan tetapi belum pernah ada yang dijawab.

Asbany mengatakan, tahun 2018 Dinas Perikanan Kota Jayapura datang dan meminta untuk membuat kelompok. Awalnya dibentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Dinas memberitahukan apabila bentuknya perorangan tidak akan mendapat bantuan, tapi kalau bentuknya kelompok, bantuan bisa disalurkan melalui kelompok.

“Sekarang kami bentuk kelompok, sampai hari ini kami bingung, kira-kira bentuk kelompok ini mau jadi apa ?, karena sampai saat ini kami tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah. Itu yang mau saya tanyakan kembali ke Dinas Perikanan Kota Jayapura,” pungkasnya. (Takim)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.