Oleh : Erizal

Negara Indonesia merupakan nomor satu terluas dari Negara-negara yang tergabung di dalam Negara Asean dan berdasarkan catatan Worldometers total luasan Negara Indonesia 1.904.569 km²   memiliki Pulau-pulau besar maupun pulau kecil mempunyai peran penting dalam aspek geografis juga Sumber Daya Alam yang melimpah.

Terbentang Luas daratan Negara Indonesia memiliki banyak Suku, Bahasa dan terdiri dari beberapa pulau yang berbatasan langsung dengan sejumlah Negara tetangga meliputi

** Pada bagian timur, Indonesia bertemu dengan Samudra Pasifik.

** pada bagian selatan, Indonesia menghadap ke Samudra Hindia.

** pada bagian utara, Indonesia berbatasan dengan Laut China Selatan.

Dan juga Indonesia memiliki sejumlah kerajaan-kerajaan tersebar di beberapa pulau nusantara salah satunya berada di Kabupaten Pelalawan yakni Kerjaan melayu pernah berdiri di Riau yang merupakan suatu kesatuan wilayah pulau Sumatera.

Negeri Kesultanan Pelalawan atau Kerajaan Pelalawan penguasa pertama kali di bawah kekuasaan Johor oleh Raja Maharaja Dinda II pada tahun 1725 sampai 1750, Maharaja Lela Bungsu tahun 1750 sampai 1775, Maharaja Lela II 1775 sampai 1798,

Dengan pertumbuhan manusia di zamannya, terbentuk pengusaan di bawah Kesultanan Pelalawan yang pertama Sultan Syarif Abdurrahman pada tahun 1810 – 1822 dan terus silih berganti Kesultanan Pelalawan sampai pada masa Sultan Syarif Harun Tahun 1940- 1946

Dan setelah Indonesia mereda pada tahun 1945 bahwa Negeri Kesultanan Pelalawan di bawah penguasaan oleh Tengku Kamaruddin Haroen yang di beri gelar Sultan Pelalawan yang ke 10 dengan sebutan gelar  Sultan Syarif Kamaruddin yang diangkat pada tahun 2008 sampai saat sekarang ini.

Seiring dengan perkembangan waktu dan perubahan zaman Kabupaten Pelalawan merupakan suatu wilayah yang tergabung dari Kabupaten induk yakni kabupaten Kampar.

Kabupaten Pelalawan terbentuk atas dasar kesepakatan dan kebulatan tekad bersama yang dilakukan melalui musyawarah besar masyarakat Kampar Hilir pada tanggal 11 s/d 13 April 1999 di Pangkalan Kerinci dengan menghadirkan seluruh komponen masyarakat yang terdiri dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Lembaga-Lembaga Adat, Kaum Intelektual, Cerdik Pandai dan Alim Ulama.

Melalui musyawarah bersama, terbentuklah Kabupaten Pelalawan berdasar UU. No. 53 Tahun 1999, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Kampar, dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 12 Oktober 1999. Sementara peresmian operasionalnya dilakukan oleh Bapak Gubernur Riau pada tanggal 5 Desember 1999, dimana Pangkalan Kerinsi sebagai Ibu Kota Kabupaten Pelalawan.

Sili bergantinya Kepala Daerah Pemerintahan Kabupaten Pelalawan dimulai sejak menetapkan ibukota Kabupaten Pelalawan Kota Pangkalan Kerinci melalui Pemilihan Calon Kepala Daerah dan Calon Anggota Legislatif dengan cara melalui Pemilu.

Apa yang diamanatkan didalam peraturan perundang-undangan bahwa setiap warga negara berhak memilih dan dipilih melalui pemungutan suara dalam pemilihan umum tertuang pada pasal 43 ayat 1 dan 2 Undang-undang nomor 39 tahun 1999 dengan berlandaskan UUD 1945 berkedaulatan berada di tangan rakyat.

Di tahun 2024, penyelenggaraan pemilihan umum ini berbeda dari pemilihan periode sebelumnya dimana Pemilihan Umum kali ini serentak secara nasional mulai pemilihan Calon Anggota DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Sampai Pemilihan Kepala Daerah.

Di sampaikan seorang tokoh masyarakat dan tokoh adat Kecamatan Pelalawan Penghulu Koto Pelalawan Edy Hanafi yang di sapa warga cik Edy menjelaskan bahwa di tahun 2024 ini perlu adanya kewaspadaan dari pihak keamanan karena perlu berkaca dalam melaksanakan pengamanan jalannya pesta demokrasi pada periode sebelumnya.

Hal ini perlu adanya sinergitas dan menjunjung hak warga negara jalannya pesta demokrasi di era zaman Reformasi dan digitalisasi.

Selaku tokoh adat Penghulu Koto Pelalawan Edy Hanafi berharap jalannya pesta demokrasi di tanah kerajaan Pelalawan Tuah Negeri Seiya Sekata berjalan dengan lancar dan mari kita sukseskan Pemilihan Umum Tahun 2024 Aman, Damai Dan Kondusif.

Upaya pihak POLRI khususnya Kepolisian Resort Pelalawan dalam mencegah dan antisipasi terjadinya konflik di masyarakat selama jalannya pemilihan Umum  Tahun 2024, POLRI di bawah kepemimpinan Bapak Kapolri Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, mempunyai inovasi dan terobosan pengamanan dalam rangka pencegahan dan antisipasi terjadinya konflik di masyarakat berupa dengan cara preemptive, Preventif,  Cooling System dan Humanis.

Dengan Inovasi tersebut, Kapolsubsektor Pelalawan Iptu Legito tetap melakukan dan berupaya dengan maksimal dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara bagaimana Polri di tengah-tengah masyarakat dapat bersinergi.

Tentunya Iptu Legito yang di sapa Mas Gito ” Sebagai pengayom masyarakat, ini tidak terlepas dari memberikan pelayanan kepada warga berupa edukasi dan pemahaman melalui bhabinkamtibmas yang humanis dalam mewujudkan pesta demokrasi berjalan lancar”.

Pelayanan yang humanis kepada masyarakat melalui program Bapak Kapolres Pelalawan AKBP Suwinto SH,. SIK berupa Subuh Harmoni, Jumat Curhat, Minggu Harmoni yang langsung menyentuh kemasyarakat kalangan bawah.

Mas Gito menambahkan ” Melalui Jumat curhat ini sangat efektif dalam mengetahui langsung sambil bersilahturahmi kepada masyarakat dalam upaya antisipasi dan mencegah berita hoax yang dapat menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat ramai”.

Selain itu juga dapat mengetahui lebih dini dan meminimalisir atau mengurangi tingkat kejahatan di tengah-tengah masyarakat di masa pesta demokrasi pemilihan umum tahun 2024.

Kita berharap kepada seluruh stakeholder dan selama jalannya pemilihan umum berlangsung, mari kita saling bahu-membahu menjaga situasi keamanan Harkamtibmas dalam mewujudkan pesta demokrasi aman, damai dan kondusif juga bermartabat. Harapan mas Gito

Dengan berpangkat bunga dua di pundak sang Kapolres AKBP Suwinto SH., SIK  baru menjabat di Kabupaten Pelalawan mempunyai inovasi berupa program Subuh Harmoni dimana tugas  Polri sebagai pelindung, pengayoman, Pelayan Masyarakat dan Pemeliharaan Kamtibmas di masyarakat.

Tentunya POLRI berupaya dalam menciptakan pemilu yang aman dan damai tahun 2024 ini perlu mengedepankan cara-cara humanis dan Polri khususnya Polres Pelalawan tidak boleh arogan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selanjutnya, melalui program Bapak Kapolri “Cooling System” bahwa personil Polri khususnya Personil Polres Pelalawan dimana pun bertugas harus selalu tegur sapa sama masyarakat, membantu masyarakat, berikan pelayanan yang humanis mewujudkan pemilu Damai yang kondusif.

Selama Pengabdian AKBP Suwinto SH,.SIK  bertugas di bumi Tuah Negeri Seiya Sekata di beri gelar dari Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Pelalawan dengan sebutan Datuk Seri Abdi Arif Pengayom Negeri menambahkan ” apa lagi kondisi saat sekarang ini Indonesia melaksanakan pemilihan umum secara Nasional serentak melaksanakan pesta demokrasi yang beriman dan bertaqwa.

Tentunya pemilu ini tidak terlepas dari Keharmonisan antara masyarakat dengan Polri memberikan pelayanan yang humanis adalah tonggak dalam mewujudkan Pemilihan Umum Damai Tahun 2024 yang bermartabat dan berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.