Pangkep – Javanewsonline.co.id |Pembangunan rel kereta api jalur Pangkep disemua paket, mulai perbatasan Kab Maros sampai masuk ke perbatasan Kab Barru hampir mencapai 100 % selesai.

Namun banyak hal yang dipertanyakan oleh masyarakat kepada pihak pengelola maupun kepada pihak pemerintahan Kabupaten Pangkep, kususunya dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, terkait jalan daerah yang dilalui oleh pelaksana angkutan timbunan dari tempat quari ke lokasi paket timbunan rel.

Terlihat banyak jalan rusak yang diakibatkan arus angkutan timbunan saat pembangunan mulai berjalan, dimana tempat pengambilan lokasi tanah urug tersebut berada di 3 kecamatan, yakni di Kec Segeri, Ma’rang, Labbakang.

Selain itu, lokasi pembangunan yang berada di Kecamatan Balocci, akses jalan yg dilalui rata-rata jalan daerah yang sebelumnya jalan tersebut adalah jalan beraspal, mulus tanpa berlobang-lobang, namun dengan adanya angkutan timbunan kebutuhan pembangunan rel kereta api, jalan tersebut banyak yang berlubang, akibat banyaknya angkutan yang membawa matrial melintasi jalan tersebut.

Hal ini menimbulkan keresahan pada masyarakat, seakan tidak ada kepedulian dari dari pihak Satker untuk memperbaiki kembali jalan yang rusak itu.

Setelah mendapat penjelasan dari masyarakat Benteng Kec Mandalle, masyarakat Desa Kassi loe Kec Labbakang  langsung menyambangi kantor Dinas PUPR Kab Pangkep Bidang Jalan dan Jembatan, pada Senin (24/10), untuk menanyakan hal ini.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kab Pangkep, A Mahmud menyampaikan, sesuai kesepakatan antara pihak Satker pembangunan rel kereta api dengan Pemda Pangkep, bahwa setelah pengambilan tanah timbunan selesai, pihak kereta api bersedia mengerjakan kembali jalan yang rusak akibat akses jalan yg dilintasi saat pengambilan timbunan tanah tersebut.

Namun sampai saat ini belum ada realisasi. Saat wartawan media ini klarifikasi pihak Satker rel kereta api melalui telepon seluler nya, ia mengatakan, sementara dalam proses pemanggilan kepada pihak-pihak penyedia, untuk menginventarisir jalan-jalan yang dilalui dan dianggap rusak, agar segera diperbaiki kembali. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.