Sidoarjo – Javanewsonline.co.id | Klinik Pratama dr Andre Yulius gelar 1000 dosis vaksin gratis di Perum Kahuripan Nirwana blok C No 2 Sidoarjo. Nampak ribuan orang rela antri untuk mendapatkan vaksin Covid-19 gratis baik v1,v2,V3 dan v4, Sabtu (1/10).
Vaksinasi massal 1000 dosis mengusung tema “Lindungi diri dan Keluarga dengan Vaksinasi Covid-19”, atas support dan kerjasama dengan Kemenkes, DPR RI pusat, dan Dinas Kesehatan Provinsi serta Dinas Kesehatan Sidoarjo.
Dihadapan wartawan, Kemenkes yang diwakili oleh Nana menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk mengakhiri pandemi dengan melakukan vaksinasi V1,V2,V3 dan membiarkan untuk boosternya. WHO juga sudah memberikan sinyal bahwa pandemi akan berakhir, walaupun pada kenyataannya belum.
“Karena kita tidak tahu replikasi virus nya, tetapi semoga dengan vaksinasi ini kita semua akan terlindungi. Sebab kita tidak bisa bilang kita terlindungi, kecuali semua orang terlindungi,” tegasnya.
Masih kata Nana, dampaknya pasti untuk peningkatan ekonomi. Dengan adanya vaksinasi ini tingkat sakit dan kematian menurun, bahkan sekarang tingkat kematian perhari sudah kurang dari 20. “Tadi sudah saya sampaikan, bahwa sudah ada sinyal dari WHO untuk berakhirnya pandemi, karena memang tingkat kematian sudah berkurang dari 20 hari atau tidak ada pelonjakan lagi,” ucapnya.
Walaupun beberapa kasus baru muncul, tapi tidak sampai jatuh, karena sudah vaksinasi. Jadi tubuhnya sudah mengenal dan tidak jatuh fatal pada kematian. Bahkan Presiden pernah mengatakan, di ruangan terbuka boleh tidak memakai masker, tetapi tetap menjaga protokol kesehatan.
“Harapan kita bisa hidup normal dan ekonomi bisa menjadi normal dan lebih baik lagi. Kesehatan masyarakat juga bisa meningkat,” tutupnya.
Dokter Andre Yulius saat ditemui wartawan dilokasi kegiatan, pada Sabtu (1/10) mengatakan, masyarakat masih banyak yang antusias, bahkan beberapa kali membantu untuk mensukseskan pemberian vaksin gratis.
“Sebab berapapun yang dikasih dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo habis. “Dikasih 800 dosis habis, dikasih 1000 dosis habis, di kasih 1200 pun habis, pernah di kasih 5000 juga habis,” ujarnya.
Pemberian dosis vaksin jaraknya 1 sampai 7 hari, ungkapnya, karena untuk pagi hari masih banyak orang yang bekerja di kantor. Sementara pemberian vaksin dari pukul 08.00 wib sampai pukul 14.00 wib.
“Insya allah dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita bisa membantu program pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, untuk mensukseskan 1000 dosis vaksin gratis,” ungkapnya.
dr Andre Yulius mensupport program pemerintah, baik pusat, provinsi Jawa Timur, maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, untuk membantu mensukseskan percepatan vaksin ke seluruh Indonesia, khususnya Sidoarjo V1,V2,V3 atau Booster 1 dan V4 Booster 2, khususnya untuk nakes.
“Insya Allah semuanya akan terpenuhi dan selesai. Harapan saya kedepan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dapat terus mendistribusikan vaksin secara gratis kepada masyarakat luas, sehingga apabila ada permintaan, kami akan membantu dan kami membukanya dari pagi sampai malam. Itu yang membuat ditempat kami jumlah pesertanya cukup banyak,” tegas dr Andre.
Dr Andre berharap, seluruh masyarakat bisa memiliki herd immunity atau kekebalan tubuh, dampaknya ekonomi akan kuat dan sehat, sehingga masyarakat bisa terus berkarya untuk bangsa dan negara.
Salah satu peserta yang menerima vaksin, Heri mengaku sangat senang dengan adanya vaksin gratis, karena selama ini tidak ada informasi tentang vaksin Covid-19. Padahal sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan untuk keperluan pengurusan administrasi lain-lain. (*)

