PAINAN, – Javanewsonline.co.id – Ungkapan *“malang tak dapat ditolak, mujur sepanjang hari”* mewarnai perjalanan Wakapolres Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kompol Syafrizen, S.H., Datuk Rang Batuah, saat hendak melayat ke rumah duka, Selasa (20/10/2026).
Dalam perjalanan menuju rumah duka, rombongan Wakapolres Pesisir Selatan mendapati sebuah pohon tumbang yang menutupi badan jalan nasional di kawasan Teratak Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan. Peristiwa tersebut menyebabkan arus lalu lintas terhambat.

Melihat kondisi itu, Kompol Syafrizen bersama masyarakat setempat langsung turun tangan bergotong royong membersihkan dan memotong batang pohon yang melintang di jalan.
Aksi tersebut menjadi wujud nyata semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, sekaligus menunjukkan kepedulian Polri terhadap keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus lalu lintas.
Berkat kerja sama dan semangat gotong royong, proses pembersihan pohon tumbang berlangsung sekitar satu jam. Setelah batang dan ranting pohon berhasil disingkirkan, arus lalu lintas kembali lancar. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Alhamdulillah, di tengah perjalanan menuju rumah duka, Wakapolres bersama rombongan masih dapat memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Melayat Sekaligus Memberikan Ceramah Pelepasan Jenazah
Setelah membantu membersihkan pohon tumbang, Kompol Syafrizen bersama rombongan melanjutkan perjalanan untuk melayat ke rumah duka di Kampung Cupak, Kenagarian Lakitan Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Kedatangan Wakapolres tersebut merupakan bentuk belasungkawa atas meninggalnya almarhum Edi, berusia 63 tahun, yang dikabarkan meninggal dunia karena sakit.
Dalam kesempatan itu, Kompol Syafrizen juga memberikan ceramah saat pelepasan jenazah. Ia mengajak keluarga yang ditinggalkan serta masyarakat yang hadir untuk mengambil hikmah dari peristiwa kematian sebagai pengingat bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara.
Ia mengingatkan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi kematian. Oleh karena itu, setiap orang hendaknya memanfaatkan waktu yang diberikan untuk berbuat kebaikan, memperbanyak amal ibadah, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
**“Jadikanlah jenazah ini sebagai guru dan iktibar bagi kita semua. Suatu saat nanti, kita pun akan tiba pada giliran yang sama. Dunia ini sementara, sedangkan akhirat selama-lamanya,”** demikian pesan yang disampaikan dalam ceramah tersebut.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta perhatian terhadap warga yang sedang mengalami musibah.
Semangat *Polisi Bersama Masyarakat* diharapkan terus terjaga demi mewujudkan hubungan yang semakin erat antara kepolisian dan masyarakat. (Rijon )

