PEKALONGAN – Javanewsonline.co.id | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pertanian terpadu berbasis wisata edukatif di Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan. Dukungan tersebut diwujudkan dalam kegiatan Pengembangan Agroeduwisata yang digelar pada Kamis (8/5/2025), sebagai bagian dari sinergi lintas sektor untuk mendorong kemandirian desa.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Agroeduwisata X-Paingan Jeep Adventure ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, serta sejumlah mitra strategis dari sektor pendidikan, perbankan, dan pariwisata. Rangkaian acara meliputi penanaman alpukat dan padi lahan kering, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), serta penyerahan bantuan simbolis bagi pengembangan kawasan.

Wakil Administratur Perhutani KPH Pekalongan Timur, Ari Kurniawan, yang mewakili Administratur Angkat Wijanto, menyatakan bahwa inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pelestarian lingkungan yang sejalan dengan pemberdayaan masyarakat. “Kami menyambut baik pengembangan agroeduwisata ini karena menyatukan nilai edukatif, konservasi, dan ekonomi. Sinergi dengan LMDH Sido Mulyo untuk wisata petualangan seperti Jeep Offroad adalah contoh nyata kolaborasi antara kehutanan dan desa,” ujar Ari.

Perhutani juga turut menyediakan dukungan bibit pertanian, seperti alpukat dan padi lahan kering, untuk membantu petani lokal mengembangkan potensi ekonomi kawasan. Selain menjadi sumber pendapatan, proyek ini diharapkan menjadi sarana edukatif bagi pelajar dan generasi muda mengenai pertanian berkelanjutan.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, perwakilan Direktorat Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Kementan, Kepala BSIP Jawa Tengah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, serta unsur TNI/Polri dan aparat pemerintahan lokal.

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan 13 nota kesepahaman antara pengelola agroeduwisata dengan berbagai pihak, termasuk hotel, biro pelatihan, dan agen wisata. MoU tersebut menjadi tonggak awal kerja sama strategis untuk menjadikan Desa Tenogo sebagai destinasi unggulan agroeduwisata di Jawa Tengah.

Dengan dukungan dari Perhutani dan kolaborasi multi-pihak, Desa Tenogo kini mengarah pada model pembangunan desa yang holistik dan berkelanjutan—mengintegrasikan sektor pertanian, pelestarian hutan, serta pengembangan pariwisata berbasis edukasi. (Banu Abilowo)