Jember – Javanewsonline.co.id | Bupati Jember Hendy Siswanto mengumpulkan seluruh perguruan pencak silat se-Kabupaten Jember, Rabu (9/6) sore, di Pendopo Wahyawibawagraha.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Jember Itqon Syauqi, Wabup Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK MH, Dandim 0824/ Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin S.Sos MI Pol, ketua IPSI Agus Supaat dan puluhan pendekar silat se-Jember.
Sebanyak 30 perguruan pencak silat hadir diikat dengan beberapa perjanjian yang ditandatangani oleh masing-masing perwakilan dari perguruan silat tersebut.
Perjanjian yang dimaksud adalah ikrar kesepakatan bersama antar perguruan silat se-Jember. Salah satu isi dari ikrar tersebut yakni, mendukung terciptanya kerukunan, ketertiban dan keamanan di kehidupan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Jember mengatakan ia mengapresiasi kepada seluruh pendekar di perguruan pencak silat yang sudah hadir. Ia yakin, pada dasarnya masyarakat Jember adalah santun ramah tamah dan pemaaf. “Ayo mohon maaf, mari kita tunjukkan pada anak cucu kita bahwa Jember memiliki keistimewaan,” tutur Bupati.
Ia juga menambahkan, dalam kondisi seperti sekarang ini, harus saling bahu-membahu untuk menjaga keutuhan NKRI. “Tanpa saling bersatu, maka sulit untuk memulihkan perekonomian yang sedang lesu di tengah pandemi seperti saat ini,” katanya.
Sebagai penanggung jawab di Kabupaten Jember, dirinya meminta kepada seluruh perguruan silat untuk ikut menjaga persatuan di Jember.
Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK MH mengaku bangga melihat para pemimpin perguruan pencak silat hadir lengkap dan ia yakin semua yang hadir diberi amanah untuk membina adik-adik para pendekar muda, yang nantinya memberikan sumbangsih nilai positif ke Jember maupun bangsa dan Negara, demi terciptanya Negara yang aman dan damai. “Saya yakin para pemimpin pencak silat sudah punya ikrar,” ucapnya.
AKBP Arif mengungkapkan sejumlah fakta, ada 10 laporan yang masuk ke Mapolres terkait tindak kekerasan, pengeroyokan, premanisme dan lainnya yang dilakukan oleh oknum perguruan pencak silat. “Mari kita hentikan hal itu. Mereka adalah tanggungjawab kita semua,” ungkap AKBP Arif. (Dilla)

