Semarang _ javaNewsonline.co.id – Momentum yang sakral bagi seluruh umat Islam se Nusantara yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang diadakan di Kota Semarang, Jawa Tengah,.

Dan berlangsung dengan diawali acara Pawai Ta’ aruf mempu menjadi magnet jutaan pasang mata umat Islam yang menyaksikan ,

Termasuk dari Kemenag Kabupaten Pemalang yang mengirimkan kontingen ini bisa diartikan bahwa umat muslim – muslimah se nusantara kompak dan memberikan perhatian khusus .

Dalam kata sambutannya didepan jutaan umat muslim – muslimah Menteri Agama Republik Indonesia Nazaruddin Umat memberikan pesan dan harapan .

” Momentum yang sakral bagi kita sebagai kaum muslimin – muslimah tidak boleh berhenti pada kompetisi saja ,

Akan tetapi saya berharap MTQ ini menjadi momentum untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai living Quran, yakni nilai-nilai Al-Qur’an yang hidup dalam sikap dan perilaku sehari-hari, ” kata Menag RI .

Ia menjelaskan lagi bahwa
membaca dan menghafal Al-Qur’an merupakan bagian dari proses mendekatkan diri kepada kitab suci.

” Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan. Al-Qur’an harus hadir dalam cara manusia bersikap, menyelesaikan persoalan, dan membangun hubungan dengan sesama , ” jelasnya .

Di Jakarta Menag RI juga menyampaikan kata yang senada dan di ucapkan pada momentum sakral tersebut
“Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Quran, ada yang melekat dengan Al-Quran, dan ada yang menjadi living Quran, (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan,” ujar Menag

Ia menegaskan, semangat MTQ bukan hanya melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi. Lebih dari itu, MTQ harus mendorong lahirnya pribadi yang mampu menghadirkan Al- Qur ‘ an dalam kehidupan bermasyarakat ,

Jadilah insan yang bertugas sebagai penjernih , bukan pengaruh , jadilah penghubung , bukan pemisah , jadilah moderator bukan provokator , jadilah problem solver bukan problemator , jadilah penyuluh bukan perusuh , ” tegasnya .

Karena itu keberhasilan MTQ tidak cukup diukur dari siapa yang nantinya meraih juara ,

Para peserta diharapkan membawa semangat dan nilai Al – Qur ‘ an setelah kembali ke lingkungan masing-masing serta prestasi di arena Musabaqah harus dilanjutkan menjadi keteladanan ditengah masyarakat . (Susmono /Ramsus )