Penghujung Tahun Anggaran 2023, Dinas Kesehatan Adakan Pertemuan Pembahasan dan Solusi Penanganan Stunting di Kab Kepulauan Mentawai

Mentawai – Javanewsonline.co.id | Dalam upaya untuk mengatasi masalah stunting yang masih tinggi di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Dinas Kesehatan menggelar pertemuan lintas sektor di Hotel Bunda Km 6 Tuapeijat Sipora Utara. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 50 peserta dari berbagai instansi terkait, termasuk Kantor Kementerian Agama Kepulauan Mentawai.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama filenya adalah Kadis-Kesehatan-mentawai-lagi-menyampaikan-paparan-nya-tentang-Angka-Stunting-dimentawai-masih-tinggi..jpg

Sekda Daerah Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan SSos MM, membuka pertemuan pada hari Selasa, 5 Desember 2023, pukul 8 pagi. Paparan dari Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, Destiseminora, mengungkapkan bahwa stunting di wilayah ini muncul akibat perkawinan yang terlalu muda tanpa pekerjaan atau penghasilan tetap.

Namun, paparan tersebut hanya sebatas pada masalah yang terlihat. Dr Candra Kurniawan, Spesialis Kandungan, memberikan pandangan menyeluruh, menggambarkan stunting seperti tanaman durian yang membutuhkan persiapan lahan yang baik. Menurutnya, penanganan stunting memerlukan keterlibatan semua stakeholder, termasuk kebijakan Bupati untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama filenya adalah Penanda-tanganan-fakta-itegritas-pencegahan-stunting-Kamenag-yang-mewakili-menanda-tanggani-perjanjian-kerja-sama.jpg

Dr Jimi, Spesialis Anak, menyebutkan bahwa anggaran sekitar 10 miliar telah disediakan untuk mengatasi stunting di Kepulauan Mentawai. Penyuluhan ke puskesmas dan Pos Yandu di 289 desa menjadi fokus utama untuk menyampaikan informasi tentang stunting. Namun, masalah distribusi bantuan makanan, alat kesehatan, dan data stunting yang tidak valid menjadi kendala yang diakui.

Menutup pertemuan, Dr Candra Kurniawan menyoroti bahwa tingginya angka stunting di Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah tanggung jawab bersama. Kadis Kesehatan, Desti Seminora, menambahkan bahwa faktor kemiskinan, pola hidup perokok, dan prioritas pengeluaran untuk rokok menjadi penyebab stunting. Rencana aksi dijanjikan dimulai pada Januari 2024 dengan penandatanganan Fakta Integritas bersama untuk mengatasi stunting di wilayah ini.

Utk tahun ini hasil pengukuran/penimbangan masal bulan Agustus 2023 jumlah stunting ada 1213 Balita pak dg persentase 17,2% Pak

Angka stunting dimentawai masih 17 % dari pengukuran  / Penimbangan masal bulan Agustus2023  jumlah stuting ada 1213orang balita dengan presentase 17, 2 %

Kelemahan dalam partisipasi kepala dinas terkait menjadi sorotan Kepala Desa Sipora Jaya, Lutfianto. Ia menegaskan program Desanya untuk mengatasi stunting, menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menangani masalah ini. (Rijon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.