Takalar Javanewsonline.co.id | Wakil Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Muhammad Timoti Ivan Triono, berkunjung ke Desa Galesong Baru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu, 10 September 2025. Kunjungan itu merupakan bagian dari mandat Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pengawalan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Timoti menekankan pentingnya penguatan kelembagaan koperasi melalui pelatihan dan bimbingan teknis. Menurut dia, keberadaan koperasi tidak cukup hanya aktif secara administratif, tetapi juga harus memiliki kemampuan manajerial dan akuntansi yang baik. “Kita ingin memastikan koperasi-koperasi ini dikelola secara profesional agar benar-benar menjadi penopang ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.

Program Koperasi Desa Merah Putih saat ini telah terbentuk di sekitar 80 ribu titik di seluruh Indonesia. Desa Galesong Baru dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan karena dinilai berhasil menerapkan tata kelola koperasi dengan partisipasi masyarakat yang tinggi. “Di sini kami melihat koperasi tidak hanya berjalan, tapi juga melibatkan warga dan pelaku UMKM secara aktif,” kata Timoti.

Kunjungan tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Camat Galesong, Kepala Desa Galesong Baru, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Meski Bupati Takalar, Muhammad Firdaus Daeng Manye, berhalangan hadir, ia menyatakan dukungannya terhadap penguatan gerakan koperasi desa.

Kepala Desa Galesong Baru, Muhammad Sirwan, dalam paparannya menjelaskan bahwa koperasi di desanya lahir dari inisiatif warga dan pemerintah desa. Koperasi itu menjadi wadah ekonomi gotong royong yang mengedepankan kemandirian. “Model koperasi ini adalah jawaban atas arahan Presiden Prabowo agar pembangunan ekonomi di desa berbasis kolaborasi. Dengan begitu, koperasi bisa tumbuh sehat, inklusif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Sirwan.

Dalam agenda kunjungan, Timoti juga meninjau unit-unit usaha koperasi serta berdialog dengan pengurus, tokoh masyarakat, dan pelaku UMKM binaan. Ia berharap model pengelolaan seperti di Galesong Baru dapat direplikasi di daerah lain. “Kalau koperasi desa bisa kuat, ekonomi nasional juga akan lebih kokoh,” ujarnya.

Gerakan Koperasi Merah Putih menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam membangun ekonomi berbasis desa. Melalui pendampingan berkelanjutan, pemerintah pusat ingin memastikan koperasi tidak hanya menjadi simbol, melainkan motor penggerak ekonomi masyarakat akar rumput. (Syarifuddin)