JAKARTA – Javanewsonline.co.id | PT Pertamina (Persero) resmi membuka gelaran tahunan kompetisi karya jurnalistik bertajuk Apresiasi Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan tajuk “Anugerah”, perubahan nama menjadi “Apresiasi” tahun ini diklaim sebagai bentuk penguatan kolaborasi yang lebih mendalam antara badan usaha milik negara (BUMN) energi tersebut dengan awak media.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa hubungan antara Pertamina dan media massa kini telah bergeser dari sekadar relasi narasumber-pemberita menjadi sebuah kemitraan strategis.

“Kolaborasi Pertamina dengan media tidak hanya sekadar anugerah atau penghargaan, tapi suatu kerja sama dan engagement yang bisa berdampak besar pada masyarakat,” ujar Baron dalam acara Kick Off & Coaching Clinic AJP 2026 yang digelar secara hibrida di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurut Baron, keterbukaan informasi dan akurasi pemberitaan dari media massa menjadi kunci penting bagi perusahaan untuk membangun transparansi sekaligus menjaga sentimen positif dan kepercayaan publik terhadap korporasi.

Menembus Usia 23 Tahun

Ajang penghargaan bagi insan pers ini tercatat telah memasuki usia ke-23 tahun. Sejarah kompetisi ini dimulai pada tahun 2003 dengan nama Pertamina Press Award. Enam tahun berselang, tepatnya pada 2009, konsepnya diubah menjadi Anugrah Jurnalistik Pertamina sebelum akhirnya bertransformasi menjadi Apresiasi Jurnalistik Pertamina pada tahun ini.

Acara peluncuran AJP 2026 kali ini diikuti oleh lebih dari 750 jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini, Pertamina mengusung tema “Energizing Innovation”. Tema tersebut dipilih untuk menyoroti kemampuan adaptasi korporasi dalam menghadapi tantangan transisi energi dan menciptakan solusi keberlanjutan.

Pertamina juga berjanji akan memperketat proses standardisasi kompetisi. Baron menjamin seluruh tahapan mulai dari pendaftaran, penilaian, hingga penentuan pemenang akan mengedepankan prinsip independensi, objektivitas, profesionalitas, dan transparansi melalui keterlibatan dewan juri independen.

Kategori yang Dilombakan

Untuk mengakomodasi berbagai platform media, AJP 2026 membagi kompetisi ke dalam 2 pilar utama, yaitu Pilar Bisnis dan Pilar Non-Bisnis. Dari kedua pilar tersebut, terdapat 8 kategori karya yang dapat diikuti oleh para jurnalis, meliputi:

  • Karya Tulis (Media Cetak dan Online)
  • Karya Video (Media Televisi dan Digital)
  • Karya Audio (Radio dan Podcast)
  • Karya Esai Foto

Melalui kompetisi ini, Pertamina berharap media massa tidak hanya menyoroti kinerja korporasi dari permukaan, tetapi juga mampu menggali cerita mendalam (features) mengenai dampak operasi energi Pertamina terhadap kehidupan masyarakat di berbagai pelosok negeri.

“AJP bukan hanya cerita tentang siapa pemenang, tapi bagaimana kita menorehkan sejarah lewat karya yang menarik, yang tidak semua orang pernah lihat dan rasakan,” kata Baron. (Erizal)