Indramayu – Javanewsonline.co.id | Perusahaan Umum Air Minum (Perumdam) Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mewaspadai dampak kekeringan imbas musim kemarau panjang. Untuk mengantisipasinya, PDAM menyiagakan tanki air untuk kebutuhan pelanggan dan masyarakat umum.

Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu (TDA) Indramayu, Ady Setiawan, mengatakan, pihaknya selalu mewaspadai dampak kekeringan, salah satunya adalah kekurangan air baku.
“Untuk memenuhi kebutuhan air baku air bersih di wilayah eks karesidenan karangampel, kami melakukan kerjasama dengan Perumdam Tirta Jati Cirebon dengan cara mengambil air baku dari sungai kedaton,” kata Ady, Kamis (15/9).
Ady mengatakan, wilayah eks karesidenan karangampel, yang meliputi Kecamatan Karangampel, Juntinyuat, Kedokan bunder, dan Kecamatan Krangkeng, merupakan daerah yang rawan kekeringan. Bahkan, ada sekira lima desa yang sangat terdampak, yaitu Desa Srengseng, Kedung wungu, dan Desa Dukuh jati.
“Upayah emergency bantuan air bersih ke daerah rawan kekeringan ada dari CSR PDAM, Polres, TNI dan semua bergotong royong untuk mendistribusikan air bersih,” ujar Ady.
Ady berharap, pembangunan jaringan di eks karesidenan karangampel sudah bisa dimulai pada Oktober 2023, sehingga April 2024 sudah tidak terjadi lagi kekeringan.
Ketersediaan Air Bersih Tetap Terjamin
Meski dihadapkan dengan ancaman kekeringan, Ady memastikan bahwa ketersediaan air bersih di Kabupaten Indramayu tetap terjamin. Hal ini karena PDAM Tirta Darma Ayu telah memiliki jaringan distribusi air bersih yang luas, yaitu mencapai 1.500 kilometer.
Selain itu, PDAM Tirta Darma Ayu juga memiliki sumber air baku yang cukup, yaitu dari sungai Cimanuk, sungai Cigadung, dan sungai Cimanuk.
Ady mengimbau kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya krisis air bersih di masa mendatang.
“Kami imbau kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih,” kata Ady. (Agus R)

