Takalar – Javanewsonline.co.id | Aula kantor Desa Kampung Beru, Kecamatan Galesong, dipadati warga sejak pagi hari. Mereka menunggu giliran mengikuti pelayanan administrasi kependudukan keliling yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Takalar, Kamis, 11 September 2025.
Mobil layanan administrasi kependudukan (Adminduk) milik pemerintah daerah terparkir di halaman desa, menjadi pusat perhatian warga. Sejak pukul 11 siang, tim Dukcapil mulai melayani perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), pencetakan ulang KTP yang rusak, perubahan data kependudukan, hingga pembaruan elemen data pada kartu keluarga (KK).
Kepala Desa Kampung Beru, Muhammad Ali, SH, menyebut program layanan keliling sangat dirasakan manfaatnya. “Masyarakat kami tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota Takalar hanya untuk perekaman KTP atau mengurus KK. Kehadiran layanan keliling Dukcapil benar-benar meringankan warga,” kata Ali.
Jenis layanan yang paling banyak diminati adalah perekaman e-KTP bagi pemuda berusia 17 tahun dan warga lanjut usia yang belum pernah merekam biometrik. Tak sedikit pula warga yang datang untuk memperbarui data pekerjaan dan pendidikan dalam KK mereka.
Berdasarkan laporan tim kerja Dukcapil, capaian layanan hari itu meliputi perekaman e-KTP untuk 28 warga berusia 17 tahun, perekaman untuk 3 warga lanjut usia, pencetakan ulang atau perubahan data KTP sebanyak 17 keping, serta pembaruan elemen data KK sebanyak 10 dokumen.
Bagi sebagian warga, kesempatan ini penting karena dokumen kependudukan kerap menjadi syarat administrasi lain, mulai dari pendaftaran sekolah hingga akses layanan kesehatan dan bantuan sosial.
Kepala Dinas Dukcapil Takalar, H. Abdul Wahab, menjelaskan bahwa intensitas layanan keliling meningkat sejak Bupati Takalar, H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyediakan armada mobil layanan khusus untuk Dukcapil.
“Kami sudah menyusun jadwal kunjungan ke 60 desa sampai Desember 2025. Layanan ini bukan hanya untuk kebutuhan reguler, tetapi juga menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Misalnya, pasien yang memerlukan kartu identitas untuk akses layanan kesehatan, atau keluarga penerima manfaat yang membutuhkan dokumen kependudukan untuk pencairan bantuan sosial,” kata Wahab.
Menurut dia, program ini sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang peningkatan kualitas pelayanan publik. Dukcapil Takalar menargetkan semua desa dapat tersentuh pelayanan keliling, sehingga tidak ada lagi warga yang kesulitan mengurus dokumen kependudukan hanya karena terkendala jarak.
Kehadiran layanan keliling, ujar Wahab, merupakan wujud komitmen pemerintah daerah mendekatkan layanan administrasi publik ke pelosok desa. Dengan cara ini, warga tak hanya lebih mudah mengurus dokumen, tetapi juga lebih cepat memiliki kepastian hukum atas identitas diri dan keluarganya.
“Semakin cepat masyarakat memiliki dokumen kependudukan yang valid, semakin mudah pula mereka mengakses berbagai layanan publik. Pada akhirnya, ini juga akan mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih tertib,” katanya.
Di Kampung Beru, program ini mendapat sambutan positif. Antusiasme warga yang rela antre sejak pagi menjadi bukti bahwa akses layanan dekat dengan masyarakat jauh lebih efektif ketimbang menunggu mereka datang ke kantor kabupaten.
Bagi Dukcapil Takalar, Kampung Beru hanyalah satu titik dari rangkaian panjang layanan keliling yang menargetkan 60 desa sepanjang tahun ini. Namun bagi warga desa, kehadiran mobil layanan Adminduk menjadi jawaban atas kebutuhan administratif yang selama ini terasa rumit dan melelahkan. (Syarifuddin)

