Blitar  –  Javanewsonline.co.id |  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar menyatakan dukungannya terhadap kiprah Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan.

Hal itu ditegaskan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso, saat menghadiri pengukuhan pengurus Karang Taruna Kabupaten Blitar masa bhakti 2023–2028 di Ruang Candi Penataran, Jalan Kusuma Bangsa Nomor 60, Kanigoro, Rabu pagi, 17 September 2025.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi Karang Taruna di Blitar untuk meneguhkan peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan kesejahteraan sosial. Sejumlah pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi kepemudaan hadir dalam acara tersebut.

Sugeng mengatakan, kehadiran DPRD melalui Komisi IV merupakan wujud komitmen lembaga legislatif mendukung pemberdayaan pemuda. Menurut dia, Karang Taruna memiliki peran vital dalam membangun kesadaran sosial generasi muda, sekaligus menjadi wadah untuk menciptakan program-program yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Komisi IV akan terus mendorong sinergi antara Karang Taruna, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan program yang bermanfaat, khususnya di bidang kepemudaan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi,” ujar Sugeng.

Ia menekankan, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar Karang Taruna tidak hanya menjadi organisasi seremonial, tetapi benar-benar memberi dampak nyata. Dengan dukungan anggaran, pelatihan, serta program berkelanjutan, Karang Taruna diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan sosial di tingkat desa hingga kabupaten.

Dalam acara pengukuhan itu, para pengurus baru Karang Taruna berikrar untuk mengembangkan program kepemudaan yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Blitar yang baru dikukuhkan menegaskan akan memprioritaskan penguatan kapasitas pemuda di bidang kewirausahaan, literasi digital, serta kepedulian terhadap isu sosial. “Kami ingin menjadikan Karang Taruna sebagai ruang belajar dan berkarya bagi generasi muda Blitar,” katanya.

Karang Taruna sendiri merupakan organisasi sosial yang sudah lama menjadi bagian dari sistem pembangunan di Indonesia. Di tingkat akar rumput, keberadaan Karang Taruna sering kali berperan dalam penanganan masalah sosial, mulai dari pemberdayaan pemuda, pengelolaan kegiatan ekonomi, hingga dukungan terhadap warga miskin.

Di Blitar, Karang Taruna diharapkan dapat mengisi ruang yang belum sepenuhnya dijangkau oleh program pemerintah, terutama dalam hal pemberdayaan pemuda di desa. Dengan potensi besar generasi muda, organisasi ini dianggap dapat menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil masyarakat.

Sugeng menambahkan, DPRD Kabupaten Blitar akan mengawal kebijakan daerah yang berpihak pada penguatan organisasi kepemudaan. Ia berharap, kepengurusan baru Karang Taruna masa bhakti 2023–2028 mampu melahirkan inovasi yang sejalan dengan visi pembangunan daerah.

“Kami ingin melihat Karang Taruna Blitar menjadi contoh organisasi kepemudaan yang solid, progresif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya. (Ida)