Lamongan – Javanewsonline.co.id | Debit air Bengawan Solo yang melintas di Lamongan saat ini telah mencapai level siaga merah. Hujan deras dan air kiriman dari hulu sungai menyebabkan kenaikan debit air di wilayah Lamongan.
Camat Laren, Sam Teguh, menyampaikan bahwa sejumlah titik di wilayah bantaran Kecamatan Laren terdampak luapan Bengawan Solo. Banjir telah merendam puluhan rumah di Desa Bulutigo, Pesanggrahan, dan Terpan.
“Luapan Bengawan Solo sudah menggenangi rumah warga di 3 desa,” ujar Sam Teguh pada Rabu (7/2).
Teguh juga mengkhawatirkan kondisi sejumlah titik tanggul di bantaran Bengawan Solo yang terancam jebol. Tanggul-tanggul tersebut sudah mencapai kondisi memprihatinkan.
“Ada sejumlah titik tanggul di bantaran Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Laren yang sudah mengkhawatirkan,” tambahnya.
Joko Raharto, Kalaksa BPBD Lamongan, menjelaskan bahwa peningkatan debit air Bengawan Solo ke level siaga merah telah mengakibatkan tergenangnya sejumlah wilayah, termasuk kecamatan Babat dan kecamatan Laren. “Saat ini Bengawan Solo telah memasuki siaga merah,” ungkap Joko.
BPBD Lamongan telah mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti pemasangan door lag di Kelurahan Babat untuk menutup pintu tanggul dan pendistribusian material tanggul seperti gedek dan terpal. Bantuan logistik juga sudah didistribusikan ke desa-desa yang terdampak banjir.
“Koordinasi terus dilakukan dengan unsur instansi dan relawan terkait, agar secepatnya bisa melakukan penanganan dan potensi bencana bisa ditanggulangi,” jelas Joko Raharto. (Dvk)

