Jember – Javanewsonline.co.id | Perubahan Pola Pikir masyarakat dinilai mampu mengatasi tingginya angka stunting, hal itu terungkap saat Universitas Jember (UNEJ)  mengadakan Focus Group Discussion (FGD) hasil Riset dan penelitian resolusi Pencegahan stunting.Terkait tingginya angka gizi buruk ibu hamil bertempat di Desa Panti, Kamis (16/12/2021).

Acara FGD ini dihadiri Plt Kepala DP3AKB Kabupaten Jember Drs SupriHandoko MM, PIB UNEJ Asrumi Agustina Dewi Setiyani, PIK UNEJ Hanny Rasni, Kepala Desa Panti Suroso, Penggerak PKK Desa Panti serta puluhan kader Posyandu.

PIB UNEJ Asrumi mengatakan, bahwa perlu adanya terobosan baru untuk kajian stunting dan perlunya penyelesaian akar masalah stunting, seperti merubah pola pikir masyarakat.

“Maka dari itu pencegahan stunting itu diawali dari pola pikir yang perlu diubah, yang selama ini di masyarakat seperti kebiasaan makan seadanya itu harus diubah dengan memakan makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak dan ibu hamil,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, tentang perlunya istilah yang dimengerti masyarakat awam. Seperti masyarakat harus mengkonsumsi lauk – pauk masyarakat itu tidak begitu dimengerti. Gizi diartikan seperti makan bayam, kelor, tempe dan tahu itu semua tidak memenuhi gizi.

Asrumi berharap, dengan adanya diskusi kelompok ini permasalahan stunting di Kabupaten Jember bisa teratasi dari akar permasalahannya.

Sementara itu Kepala Desa Panti Suroso menyampaikan, dengan adanya sosialisasi yang tepat serta kolaborasi dari perangkat Desa dan masyarakat angka stunting di Desa Panti sekarang menurun dari angka 898 pada satu tahun yang lalu sekarang sudah tinggal 36 orang saja.

“Penurunan itu bukan karena kerja kepala desa tetapi melalui kolaborasi yang kita lakukan bersama – sama seperti ibu bidan dari dinas terkait,” katanya.

Suroso berharap, dengan adanya diskusi ini Desa Panti bisa segera menyelesaikan masalah stunting hingga tidak ada lagi yang berstatus stunting di Desanya.

“Untuk kedepannya, mudah – mudahan Desa Panti ini sesuai dengan harapan kita bersama. Ya syukur – syukur di Desa Panti ini tidak ada stunting lagi,” pungkasnya. (Badri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.