Kediri – Javanewsonline.co.id | Setelah tujuh hari pencarian, Muhammad Alvian (10), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang hanyut di sungai wilayah Kota Kediri akhirnya ditemukan.

Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, relawan serta warga berhasil mengevakuasi jenazah korban, yang ditemukan dua kilometer dari lokasi korban hanyut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh menjelaskan, temuan itu berawal dari warga yang memang sukarela membantu pencarian korban hingga hari ketujuh.

Yang bersangkutan ternyata berada di dasar sungai sebelumnya, sehingga agak sulit untuk dicari oleh tim.

“Kami dapatkan informasi dari warga telah ditemukan jenazah diduga adik Alvian. Tim menuju ke lokasi dan dilakukan evakuasi terhadap jenazah dan kami bawa ke RS Bhayangkara Kediri,” katanya.

Indun menambahkan, keluarga korban juga telah mengkonfirmasi bahwa jenazah tersebut merupakan Alvian yang hanyut pada Sabtu (25/3) malam.

“Setelah itu kita bawa ke RS Bhayangkara dan kita konfirmasi ke pihak keluarga, Alhamdulillah berdasarkan ciri-ciri pakaian terakhir memang betul jenazah yang kita temukan adalah adik Alfian,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, korban ditemukan sekitar dua kilometer dari titik awal ia terpeleset bersama ibu dan adik kandungnya yang masih berusia empat bulan.

Selain itu, keluarga yang juga ikut mendampingi dikonfirmasi apakah benar jenazah itu Alvian. Korban masih bisa dikenali dari celana dalam serta kaos dalam korban.

Kondisi korban saat diketahui warga, setengah badannya agak mengambang, sedangkan setengahnya lagi di dasar sungai. Hal itu juga terlihat ketika jenazah dievakuasi ada pasir di tubuh jenazah.

“Kami sudah pastikan langsung ke keluarga yang kebetulan ada di RS Bhayangkara. Kami minta konfirmasi kebenaran jenazah adik Alvian dan setelah visum tadi kami serahkan ke keluarga dan BPBD Kabupaten Kediri untuk dimakamkan layak,” terangnya.

Ia juga menambahkan, saat ini jenazah sudah di rumah duka dan dimakamkan. Keluarga terpukul sejak awal kejadian, Sabtu (25/3) malam. Namun, mereka berusaha ikhlas.

Ia dengan tim juga telah berupaya keras mencari korban. Sesuai dengan SOP, pencarian dilakukan sampai tujuh hari.

Dirinya menambahkan, tim pencarian juga sudah dibubarkan. Dirinya lega sebab kini korban sudah ditemukan di hari ketujuh pencarian, di akhir masa SOP.

Sebelumnya, Alvian dengan ibu dan adiknya terhanyut pada Sabtu (25/3) malam, setelah tergelincir ke sungai dengan adik dan ibunya di dekat RSUD Gambiran Kota Kediri. Mereka tergelincir setelah terjadi banjir akibat hujan deras di wilayah Kota Kediri.

Mereka sekeluarga dengan ayah, ibu dan dua orang anak awalnya naik sepeda motor. Namun, sepeda motor mereka macet terkena banjir. Warga kemudian membantu memperbaiki sepeda yang dikemudikan sang ayah itu.

Sedangkan sang istri dan dua orang anaknya menunggu, namun mereka tidak sadar jika berada di tepi selokan sehingga terperosok dan terbawa arus air.

Ibu korban berhasil diselamatkan oleh warga, sedangkan dua anaknya yakni Alvian serta adiknya yang masih berusia empat bulan terhanyut. Adik korban ditemukan besoknya, Minggu (26/3) meninggal dunia dan Alvian ditemukan pada Jumat (31/3) siang. (JK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.