Bantaeng – Javanewsonline.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng terus memperkuat sinergi dengan kalangan akademisi guna mendorong pembangunan daerah yang berbasis ilmu pengetahuan.

Langkah ini ditandai dengan penerimaan kunjungan Tim Dewan Profesor Universitas Hasanuddin (Unhas) oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, dalam rangka pelaksanaan program Profesor Mengabdi di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Jumat (24/7/2026).
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya Bantaeng sebagai salah satu lokus pengabdian para guru besar Unhas. Menurutnya, pemikiran dan rekomendasi ilmiah dari akademisi sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
“Sampai hari ini dan ke depan, kami masih sangat membutuhkan sentuhan dan kontribusi dari Unhas. Kami mengedepankan kolaborasi dengan kalangan akademisi untuk memberikan masukan terkait beberapa permasalahan yang ada di daerah,” ujar Fathul Fauzy.
Fathul Fauzy menjelaskan, saat ini Pemkab Bantaeng tengah memfokuskan perhatian pada dua persoalan strategis, yakni percepatan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pembenahan sistem pengelolaan sampah rumah tangga.
Dengan wilayah yang relatif kompak, Bantaeng dinilai memiliki potensi besar menjadi daerah percontohan (pilot project) inovasi pembangunan. Oleh karena itu, ia berharap intervensi pemikiran dari para profesor dapat menghasilkan kebijakan yang presisi dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Rekomendasi Berbasis Kajian Ilmiah
Sementara itu, Ketua Dewan Profesor Unhas, Prof. Dr. A. Pangerang Moenta, menjelaskan bahwa program Profesor Mengabdi merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan ini, Tim Dewan Profesor melakukan kunjungan ke tiga kabupaten di Sulawesi Selatan, yaitu Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba, dengan fokus kajian yang disesuaikan kebutuhan masing-masing daerah.
“Khusus di Kabupaten Bantaeng, kami memfokuskan pembahasan pada dua isu mendesak, yaitu peningkatan PAD dan efisiensi pengelolaan sampah. Kami berharap hasil kajian dan rekomendasi ilmiah yang disusun kelak dapat menjadi pilar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang efektif dan berkelanjutan,” kata Prof. Pangerang.
Melalui program ini, Dewan Profesor Unhas menghadirkan ruang diskusi ilmiah, penyampaian rekomendasi kebijakan, hingga pendampingan teknis yang relevan dengan prioritas pembangunan Bantaeng.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pj Sekretaris Daerah Bantaeng Dr. H. Muhammad Tafsir, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Andi Sjafaruddin Magau, jajaran Tim Dewan Profesor Unhas, para Kepala OPD, hingga camat se-Kabupaten Bantaeng. (Agus)

