PEMALANG_ javaNewsonline.co.id .Pasca kebakaran yang melanda Pasar Belik, Kabupaten Pemalang, beberapa hari lalu, ratusan pedagang kini menghadapi kondisi sulit. Peristiwa tersebut mengakibatkan tempat mereka mencari nafkah terbakar dan sebagian bangunan dilaporkan mengalami kerusakan total hingga rata dengan tanah.
Diperkirakan sekitar 400 pedagang terdampak akibat kebakaran tersebut. Selain kehilangan tempat usaha, para pedagang juga harus menanggung kerugian materiil yang tidak sedikit.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Pemalang. Organisasi pedagang tersebut mendesak Pemerintah Kabupaten Pemalang segera merealisasikan bantuan bagi para pedagang yang terdampak.
Bang Anto, salah satu pengurus APPSI Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, saat ditemui awak media di Pasar Belik, Minggu (6/9/2026), mengatakan pihaknya bersama sejumlah perwakilan pedagang telah melakukan rapat untuk membahas langkah yang perlu segera dilakukan pascakebakaran.
“Setelah saya dan rekan-rekan APPSI Belik melihat kejadian kebakaran Pasar Belik, pascakebakaran kami bersama H. Solehan, Ketua Paguyuban Pasar Belik Pemalang, serta perwakilan para pedagang yang terkena dampak sudah melaksanakan rapat,” ujar Bang Anto.
Menurutnya, dalam rapat tersebut terdapat sejumlah poin kesepakatan yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Pertama, pemerintah diminta segera mendistribusikan bantuan sosial yang telah dipersiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang kepada para pedagang terdampak.
Kedua, Pemkab Pemalang diharapkan segera menindaklanjuti pembangunan kembali ruko maupun kios milik pedagang yang mengalami kerusakan total. Pembangunan tersebut diharapkan dilakukan secara permanen sehingga para pedagang dapat kembali menjalankan aktivitas usahanya.
“Kami berharap pemerintah segera mendistribusikan bansos yang sudah dipersiapkan oleh BPBD Kabupaten Pemalang. Selain itu, Pemkab Pemalang juga segera menindaklanjuti pembangunan ruko atau kios para pedagang yang mengalami kerusakan total dengan pembangunan fisik secara permanen,” jelasnya.
Bang Anto menambahkan, perhatian dan bantuan pemerintah sangat dibutuhkan para pedagang karena mereka merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Pemalang yang menggantungkan kehidupan dari aktivitas perdagangan di Pasar Belik.
“Kami dan seluruh pedagang di Pasar Belik juga merupakan warga Pemalang. Karena itu, kami berharap ada perhatian serius dan langkah nyata dari pemerintah terhadap kondisi para pedagang yang menjadi korban kebakaran,” tambahnya.
APPSI berharap bantuan sosial maupun langkah pembangunan kembali pasar dapat segera direalisasikan agar para pedagang tidak terlalu lama kehilangan sumber mata pencaharian.(Susmono /Ramsus)

