Palangka Raya – Javanewsonline.co.id | Sejumlah warga memadati pasar Ramadhan di Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah, Selasa (5/4/2022). Setelah dua tahun meniadakan pasar Ramadhan akibat pandemi Covid-19, Pemkot Palangkaraya kembali menggelar pasar tersebut pada bulan Ramadhan 1443 Hijriyah, guna mempermudah warga mendapatkan aneka menu makanan untuk berbuka puasa.
Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan, baru dua hari dibuka, petugas sudah mendapatkan pelanggaran protokol kesehatan (prokes), terutama warga yang tidak memakai masker saat berbelanja.
“Jadi tim Satgas akan selalu standby di pasar Ramadan, untuk melakukan pengawasan dan pemantauan kedisiplinan warga ataupun pedagang dalam menjalankan prokes,” tegasnya, Selasa (5/4/2022).
Emi tidak menepis jika pihaknya kesulitan dalam menerapkan atau menekankan sejumlah prokes. Salah satunya adalah pengaturan jarak masyarakat. Sebab para pembeli yang datang tidak mungkin bisa dibuatkan jarak.
“Prokes untuk menjaga jarak memang agak sulit dikendalikan, karena pengunjung dengan jumlah yang cukup banyak. Namun yang perlu diwajibkan adalah kedisiplinan memakai masker,” tukasnya.
Sebenarnya, sambung Emi, sebelum mulai dibukanya pasar Ramadan tim satgas sudah melakukan beberapa terobosan untuk mengantisipasi banyaknya pengunjung. Salah satunya dengan membuat jalur pengunjung, agar tidak terjadi kerumunan. Hanya saja karena euforia masyarakat cukup tinggi mengunjungi pasar Ramadan, hal tersebut sulit diterapkan. Sehingga yang perlu ditekankan adalah kedisiplinan memakai masker.
“Kami sudah mengarahkan pengelola pasar Ramadan untuk mewajibkan pengunjung dan pedagang memakai masker. Tak kalah penting para pedagang semuanya sudah divaksin dosis lengkap, sebagai syarat berjualan di pasar Ramadan,” pungkasnya. (sp)

