Indramayu – Javanewsonline.co.id | Ratusan masyarakat Desa Lombang Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu berbondong- bondong mendatangi balai desa untuk menyaksikan prosesi jalannya acara adat Desa Mapag Sri yang di laksanakan di halaman balai desa setempat, beberapa hari lalu.
Antusias warga yang datang ke tempat pelaksanaan dengan membawa sesaji berupa nasi putih tumpeng yang sudah di bawahnya dari rumah masing-masing, untuk diletakan di tempat yang sudah di sediakan oleh panitia RT dan RW.
Hadir dalam acara tersebut, Camat Juntinyuat Asep kusdianti, Koramil Juntinyuat Kapten Sudiyono beserta jajaran, Kapolsek Juntinyuat Ipda Dedi Wahyudi beserta jajaran dan para Kuwu se-Kecamatan Juntinyuat.
Kepala Desa (Kuwu) Lombang, H Pandi mengatakan, acara adat Desa Mapag Sri sudah ada sejak dulu dan sampai saat ini masih tetap dilestarikan. Artian dari Mapag Sri itu sendiri yaitu prosesi masa tanam bibit padi, dari mulai bahan bibit padi di tanam di areal pesawahan, kemudian ditunggu selama 3 bulan hingga berbuah lalu siap dipanen.
Sebelum di panen, Pemerintah desa bekerja sama dengan masyarakat setempat, untuk mengagendakan acara Mapag Sri, yang sudah disusun oleh Pemerintahan Desa (Pemdes), sehingga acara tersebut dapat terlaksana.
Menurutnya, perayaan acara adat Desa Mapag Sri di laksanakan menjelang datangnya musim panen raya padi. Acara adat Desa Mapag Sri telah usai di laksanakan dengan lancar, pesan dan harapannya selaku Kuwu semoga di tahun-tahun mendatang kehidupan masyarakat di bidang pertanian diberikan kelancaran dan keberkahan dan hasil panennya pun berlimpah.
Acara adat desa Mapag Sri pada tahun ini dimeriahkan oleh Pagelaran Wayang Kulit Purwa Cipta Budi bersama Ki Dalang Warcita dari Desa Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat Kab Indramayu. Pada siang harinya dilakukan arak-arakan dipimpin oleh Kuwu H Pandi beserta perangkatnya, yakni anggota PKK serta para RT dan RW, dari mulai kantor balai desa menuju tempat Pesarean Ki Buyut Nakum, yang berada di sekitar desa, sambil melantunkan tahlil bersama guna mendoakan para sesepuh pejuang desa lombang yang telah gugur.
Sebagai pelengkap acara, diadakan doa penutup dipimpin oleh Ustad Bahsrorudin (Abas), kemudian dilakukan pembagian nasi tumpeng kepada warga yang sudah membawanya dari rumah masing-masing sesuai dengan namanya. (Agus Riyanto)

