
Serang – Javanewsonline.co.id | Pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat DPRD mendapatkan pembinaan ketertiban kerja, dengan memberikan sangsi tidak akan dibayarkan gajinya bila tingkat kehadirannya kurang dari 50 persen.
Hal tersebut dilakukan agar para pegawai non ASN di lingkungan Setwan Banten mempunyai rasa tanggung jawab atas pekerjaannya, pemberian sangsi juga untuk memberikan efek jera bagi para pegawai non ASN yang sering mangkir kerja.
Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat DPRD Provinsi Banten, Ahmad Baehaqi menegaskan, bahwa pembinaan pegawain non-ASN di lingkup Setwan Banten bagian dari upaya untuk merevolusi mental para pegawai.
“Sekarang Alhamdulillah ada perubahan. Pada prinsipnya, semangat yang dibangun adalah revolusi mental pegawai,” tegasnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sekretariat DPRD Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (5/10).
Pria yang akrab disapa Om Bek ini menuturkan, jika pihaknya berupaya untuk melakukan pembinaan terhadap para pegawai non-ASN, sebagai langkah strategis dalam mewujudkan lembaga yang tertib administrasi.
Lebih lanjut Om Bek menuturkan Setwan Banten juga memberlakukan piket untuk para pegawai non-ASN. Dalam seminggu, ada sekitar 3 kali para pegawai non-ASN melakukan pekerjaan di kantor atau work from office (WFO).
Di tempat yang sama, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha Kepegawaian Sekretariat DPRD Provinsi Banten, Emboy Iskandar menyebutkan, ada sebanyak 533 pegawai non-ASN yang bekerja di lingkungan Sekretarit DPRD Provinsi Banten.
Dari 533 pegawai non-ASN di Setwan Banten ungkap dia, kini di bulan Oktober ada sekitar 12 orang yang absensinya di bawah 50 persen. Kendati begitu klaimnya, banyak pegawain non-ASN yang merespon positif terkait pemberlakuan kebijakan tersebut.
Dikatakannya, kedua belas pegawai non-ASN yang absensinya di bawah 50 persen tersebar di seluruh bidang pekerjaan di Sekretarit DPRD Provinsi Banten.
“Artinya saat ini (pada bulan Oktober 2021) ada sekitar 521 yang kehadirannya di atas 50 persen,” terangnya.
Emboy meminta agar seluruh pegawai non-ASN di Setwan Banten untuk tertib kehadiran. Permintaan ini kata dia, bagian dari upayanya dalam melakukan pembinaan terhadap pegawai non-ASN di Setwan Provinsi Banten.
“Bagian dari upaya pembinaan terhadap teman-teman non ASN supaya tertib absen. Yang kita harapkan tertib absen. Kalaupun ada penugasan itu harus terkomunikasikan, ada SPT (surat perintah tugas) dari Kabag atau Kasubagnya,” jelasnya. (red)

