Painan, Bertempat di Masjid Agung Al Amilin, Painan Waka Polres Pessel Kompol Syafrizen, S.H., Datuk Rang Batuah (Ustd. Zen Hoki – UZH) berceramah dengan tema “Polri Bersama Masyarakat”.(Selasa, 20/10/2026)
1. PEMBUKAAN
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Marilah kita senantiasa bersyukur ke hadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat, nikmat iman, nikmat Islam, kesehatan, dan kesempatan yang diberikan-Nya, pada sore menjelang malam ini kita masih dapat berkumpul dan melaksanakan ibadah salat Magrib berjamaah di Masjid Agung Al Amilin, Painan, yang kita cintai ini.
Selawat beriring salam marilah kita sampaikan kepada junjungan alam, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umat beliau yang istiqamah mengikuti ajarannya hingga akhir zaman.
Hadirin jamaah yang dirahmati Allah SWT.
Pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya menyampaikan tausiah dengan tema “Polisi Bersama Masyarakat Menjaga dan Memelihara Kamtibmas.”
Tema ini sangat penting bagi kita semua, karena keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
2. MENJAGA KEAMANAN ADALAH BAGIAN DARI AMAL KEBAIKAN
Hadirin rahimakumullah.
Sering kali kita berpikir bahwa urusan keamanan sepenuhnya merupakan tugas polisi. Padahal, keamanan yang baik hanya dapat terwujud apabila polisi dan masyarakat saling mendukung, saling percaya, saling menghormati, serta bekerja sama.
Polisi membutuhkan dukungan masyarakat, sementara masyarakat membutuhkan kehadiran polisi untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ma’idah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
Wa ta‘āwanū ‘alal-birri wat-taqwā.
Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa.”
Ayat tersebut mengajarkan kepada kita agar senantiasa bekerja sama dalam kebaikan. Menjaga lingkungan dari tindak kejahatan, membantu orang yang membutuhkan pertolongan, mencegah perbuatan yang merugikan orang lain, serta menciptakan suasana aman dan damai merupakan bagian dari amal kebaikan.
Karena itu, mari kita bangun kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Apabila ada persoalan di lingkungan kita, mari kita selesaikan melalui komunikasi, musyawarah, dan jalur hukum yang berlaku.
Jangan menunggu masalah menjadi besar baru kita peduli. Mari kita mulai menjaga keamanan dari keluarga, tetangga, dan lingkungan tempat tinggal masing-masing.
3. JAUHKAN GENERASI MUDA DARI NARKOBA, JUDI ONLINE, DAN KENAKALAN REMAJA
Hadirin yang saya muliakan.
Ada beberapa persoalan sosial yang harus menjadi perhatian kita bersama, terutama demi keselamatan anak-anak dan generasi penerus bangsa.
Pertama, bahaya narkoba.
Jangan sampai anak kemenakan kita menjadi korban barang haram yang merusak akal, kesehatan, masa depan, dan keharmonisan keluarga.
Orang tua hendaknya memberikan perhatian terhadap pergaulan anak-anaknya. Ninik mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga juga perlu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkoba, sampaikan informasi tersebut kepada pihak berwenang melalui jalur yang tepat. Jangan melakukan tindakan main hakim sendiri.
Kedua, bahaya judi online.
Jangan mudah tergiur oleh janji memperoleh kekayaan secara instan. Judi online dapat mengakibatkan kerugian ekonomi, utang, pertengkaran rumah tangga, dan berbagai persoalan sosial lainnya.
Rezeki yang baik dan berkah hendaknya dicari melalui usaha yang halal, kerja keras, dan doa, bukan melalui perjudian.
Mari kita saling mengingatkan agar keluarga dan anak kemenakan tidak terjerumus ke dalam kebiasaan yang dapat menghancurkan masa depan mereka.
Ketiga, kenakalan remaja dan tawuran.
Anak-anak kita bukanlah musuh masyarakat. Mereka adalah generasi penerus yang perlu dibimbing, diarahkan, dan diberikan perhatian.
Mari kita hidupkan kegiatan positif bagi generasi muda, seperti kegiatan keagamaan di masjid, olahraga, pendidikan, kegiatan sosial, dan aktivitas kepemudaan yang bermanfaat.
Jangan hanya menyalahkan ketika anak-anak melakukan kesalahan. Kita juga harus hadir untuk membimbing mereka agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik, disiplin, dan bertanggung jawab.
Ingatlah, menjaga generasi muda berarti menjaga masa depan daerah dan bangsa kita.
4. KEKUATAN MINANGKABAU: TUNGKU TIGO SAJARANGAN
Hadirin rahimakumullah.
Kita sebagai masyarakat Minangkabau memiliki falsafah adat yang sangat luhur, yaitu Tungku Tigo Sajarangan, yang terdiri atas ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai.
Ninik mamak berperan membimbing anak kemenakan berdasarkan adat dan tanggung jawab kaum.
Alim ulama membimbing umat melalui ajaran agama, memperkuat iman, dan menanamkan akhlak mulia.
Cadiak pandai memberikan pemikiran, pengetahuan, dan jalan keluar berdasarkan ilmu serta pengalaman.
Ketiga unsur ini memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Apabila ninik mamak, alim ulama, dan cadiak pandai bersatu bersama pemerintah, TNI-Polri, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat, insyaallah berbagai persoalan sosial dapat kita hadapi dengan lebih baik.
Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, adat dan agama juga memiliki hubungan yang erat, sebagaimana falsafah:
“Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.”
Artinya, adat berlandaskan syariat, sedangkan syariat berlandaskan Kitabullah.
Nilai-nilai agama dan adat hendaknya menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang tertib, saling menghormati, dan penuh kepedulian.
Mari kita jadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat, keluarga sebagai tempat pertama pendidikan akhlak, serta lingkungan masyarakat sebagai ruang untuk menumbuhkan semangat gotong royong.
Dengan demikian, keamanan bukan hanya dijaga melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendidikan, keteladanan, dan pembinaan moral.
5. TAAT HUKUM, JAGA LISAN, DAN HINDARI MAIN HAKIM SENDIRI
Hadirin yang dirahmati Allah SWT.
Dalam menjaga keamanan dan ketertiban, masyarakat juga harus menaati hukum, menghormati hak orang lain, dan tidak mengambil tindakan sendiri di luar ketentuan hukum.
Rasulullah SAW bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
Al-muslimu man salimal-muslimūna min lisānihi wa yadih.
Artinya: “Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”
(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mengingatkan kita agar menjaga ucapan, perbuatan, dan perilaku supaya tidak menyakiti atau merugikan orang lain.
Jangan mudah memancing pertengkaran, menyebarkan fitnah, menyampaikan informasi yang belum jelas kebenarannya, atau menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan persoalan.
Apabila terjadi perselisihan, utamakan dialog dan musyawarah. Jika terdapat dugaan tindak pidana, serahkan penanganannya kepada aparat yang berwenang sesuai hukum yang berlaku.
Mari kita gunakan media sosial secara bijak. Jangan sampai jari kita menjadi sumber permusuhan, sementara ucapan dan tulisan kita justru merusak persaudaraan.
Masyarakat yang aman bukan berarti tidak pernah memiliki persoalan, tetapi masyarakat yang mampu menyelesaikan persoalan secara bijaksana, tertib, dan sesuai hukum.
6. MARI SATUKAN LANGKAH MENJAGA PESISIR SELATAN
Hadirin rahimakumullah.
Sebelum mengakhiri tausiah ini, saya ingin mengajak kita semua membawa pulang tiga pesan penting.
Pertama, jaga keluarga.
Lindungi anak-anak dan anak kemenakan dari narkoba, judi online, kenakalan remaja, serta pergaulan yang dapat merusak masa depan.
Kedua, jaga kampung.
Hidupkan kembali semangat gotong royong, kepedulian terhadap tetangga, dan kegiatan siskamling sesuai kebutuhan serta kondisi lingkungan.
Ketiga, jaga persaudaraan.
Perkuat nilai agama, adat Minangkabau, musyawarah, toleransi, dan ketaatan terhadap hukum.
Mari kita kobarkan semangat kebersamaan:
“SALAM POLISI, POLISI BERSAMA MASYARAKAT!”
Polisi dan masyarakat bukanlah dua pihak yang berjalan sendiri-sendiri. Kita adalah mitra yang memiliki tujuan bersama, yakni menjaga keselamatan, ketenteraman, keamanan, dan masa depan generasi bangsa.
Mari kita bangun komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat. Apabila ada gangguan keamanan, mari kita saling memberikan informasi melalui cara yang benar dan bertanggung jawab.
Dengan iman, adat, kepedulian, dan kerja sama, insyaallah Kabupaten Pesisir Selatan akan menjadi daerah yang aman, damai, tertib, dan diberkahi Allah SWT.
PANTUN PENUTUP
Siriah sakapua jo pinang sabuah,
Dibao urang ka rumah gadang.
Kalau polisi jo masyarakat basatu langkah,
Pessel aman, masyarakat sanang.
Pai ka Tarusan singgah di Lumpo,
Singgah sabanta mambali makanan.
Mari basamo manjago ranah Pesisir Selatan,
Agar aman, damai, jo panuah kabarakahan.
7. DOA DAN PENUTUP
Hadirin yang saya muliakan.
Marilah kita berdoa, semoga Allah SWT senantiasa menjaga Kabupaten Pesisir Selatan, melindungi seluruh masyarakat, membimbing anak kemenakan kita ke jalan yang benar, serta memberikan kekuatan dan keikhlasan kepada seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas dengan amanah.
Semoga hubungan antara polisi dan masyarakat semakin erat, persaudaraan semakin kuat, dan lingkungan kita senantiasa terpelihara dalam suasana aman, damai, dan penuh keberkahan.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘azaban-nar.
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”
Amin ya Rabbal ‘alamin.
Wabillahi taufik wal hidayah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
PESAN INTI UZH
“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga keluarga, kita jaga kampung, dan kita jaga anak kemenakan. Dengan iman, adat, kepedulian, dan kerja sama antara polisi dan masyarakat, insyaallah Pesisir Selatan menjadi daerah yang aman, damai, dan diberkahi Allah SWT.”
(Rijon)

