Karawang – Javanewsonline.co.id – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Karawang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII pada Sabtu (17/10/2026) di Majelis Ta’lim Nashrulloh, Kotabaru, Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga, di antaranya anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Jaenal Arifin, Ketua DPW LDII Jawa Barat drg. Dicky Harun, Sp.Ort., Kapolsek Kotabaru Iptu Hendra Daparudin, S.H., yang hadir mewakili Polres, Perwakilan Kodim Kapten Infantri Encep Sumarna, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang H. Yayan Sopyan, S.Ag., serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang Dr. KH. Masykur Mansyur, M.M.
Hadir pula Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Karawang dan Ketua Muhammadiyah Kabupaten Karawang.
Pembukaan Musda VIII secara resmi dilakukan oleh H. Jaenal Arifin selaku perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat. Agenda kemudian dilanjutkan dengan rangkaian sidang paripurna yang terdiri atas Sidang Paripurna I, II, III, dan IV.
Dalam sambutannya, Jaenal Arifin menekankan pentingnya LDII memperluas hubungan dan memperkuat komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Menurut dia, hubungan yang terbuka dengan berbagai unsur masyarakat dan lembaga dapat memperkuat kontribusi organisasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Sinergi lintas sektor dinilai penting agar program-program organisasi dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.
Sementara itu, drg. Dicky Harun, Sp.Ort., yang mewakili DPW LDII Jawa Barat, berpesan agar LDII mampu mengikuti perkembangan zaman. Pesan tersebut menekankan pentingnya kemampuan organisasi untuk beradaptasi terhadap perubahan sosial dan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi landasannya.
==Dinamika Musyawarah Berjalan Tertib==
Pelaksanaan Musda VIII diwarnai dinamika dalam proses musyawarah, terutama dengan adanya perbedaan kepentingan di antara kelompok pendukung bakal calon yang diusung. Persaingan antarkubu mewarnai jalannya forum, tetapi rangkaian kegiatan tetap berlangsung tertib hingga selesai.
Situasi tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi dalam menjalankan mekanisme musyawarah. Melalui sidang-sidang paripurna, peserta mengikuti tahapan agenda yang telah ditetapkan dalam forum.
Musda merupakan salah satu forum organisasi yang penting untuk membahas arah kebijakan, mengevaluasi pelaksanaan program, serta menentukan kepemimpinan dan langkah organisasi ke depan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Dengan terselenggaranya Musda VIII ini, DPD LDII Kabupaten Karawang diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan peran organisasi dalam membangun kerja sama dengan pemerintah, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat.
Penguatan sinergi dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi dua pesan penting yang mengemuka dalam pelaksanaan Musda VIII DPD LDII Kabupaten Karawang.(red)

