Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PPR) Pusat melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi penanganan bencana di Kabupaten Bener Meriah

Tim dipimpin langsung oleh Laksamana Pertama TNI Nouldy Jan Tangka, didampingi perwakilan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Balai Wilayah Sungai (BWS), Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Kementerian Pekerjaan Umum, serta unsur terkait lainnya.

Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, didampingi Wakil Bupati, menyambut langsung kedatangan tim di Pendopo Bupati. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat dalam penanganan dampak bencana di daerahnya.

“Kami sangat bahagia dan bangga. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah pusat selalu hadir. Mulai dari awal bencana hingga hari ini, bantuan terus kami rasakan dan masyarakat kami sudah banyak yang terbantu,” ujar Bupati Tagore.

Dalam rapat koordinasi, tim memaparkan data kerusakan serta progres penanganan pascabencana. Pembahasan difokuskan pada kondisi infrastruktur jalan, lahan pertanian, sawah, kebun kopi, sarana pendidikan, rumah ibadah, hingga fasilitas kesehatan seperti puskesmas yang terdampak.

Selain itu, tim juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang telah berjalan serta membahas rencana tindak lanjut program pada periode berikutnya. Penyebutan alokasi program per tahun masih menunggu konfirmasi agar sesuai dengan dokumen resmi pemerintah.

Laksamana Pertama TNI Nouldy Jan Tangka menegaskan bahwa kehadiran Satgas PPR bertujuan memastikan seluruh data kerusakan terdokumentasi dengan baik sesuai standar operasional pemerintah pusat. Hasil monitoring tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut kementerian dan lembaga terkait dalam pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Kami hadir sebagai perwakilan pemerintah pusat untuk membantu mengurangi berbagai permasalahan di daerah, khususnya di Kabupaten Bener Meriah,” tegasnya.

Usai rapat, rombongan melanjutkan peninjauan ke sejumlah lokasi terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah. Mengingat kondisi geografis yang masih rawan longsor susulan, proses penanganan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat prioritas.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama Bupati dan Wakil Bupati, Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta Tim Satgas PPR Pusat sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (Erizal)