Mentawai – Javanewsonline.co.id | Kapal KN Ramawijaya 240 milik Kantor SAR Kepulauan Mentawai mengalami musibah kebakaran saat tengah menjalani perawatan (docking) di galangan kapal PT Proskuneo Kadarusman, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (22/7/2026) malam.

Kakansar Mentawai Benteng Hilton Telaumbanua, S.IP palingkiri batik Syamsurijon wartawan dan Para pejabat Kantor SAR Mentawai

Kepala Kantor SAR Kepulauan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, membenarkan adanya insiden kebakaran yang menghanguskan kapal andalan pencarian dan pertolongan tersebut.

“Peristiwa kebakaran tersebut benar adanya. Kejadiannya pada Rabu malam sekitar pukul 18.45 WIB,” ujar Benteng saat memberikan keterangan pers di Kantor SAR Mentawai, Tuapeijat, Selasa (23/7/2026).

Benteng memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kendati demikian, kondisi fisik kapal mengalami rusak berat akibat hangus terbakar.

Pihaknya belum bisa mengonfirmasi penyebab pasti munculnya api dalam musibah tersebut.

“Secara detail kami belum dapat memberikan keterangan terkait penyebab kebakaran. Kita tunggu saja hasil penyelidikan resmi, kami tidak bisa memberikan statement spekulatif saat ini,” kata Benteng yang didampingi sejumlah pejabat Kantor SAR Mentawai.

Ajukan Penggantian Kapal ke Pusat

Mengingat wilayah Kepulauan Mentawai merupakan daerah perairan dengan potensi cuaca ekstrem, hilangnya KN Ramawijaya menjadi tantangan tersendiri bagi operasional Search and Rescue (SAR).

Benteng menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pusat untuk mengajukan kapal pengganti.

“Kami dari Kantor SAR Mentawai akan secepatnya meminta penggantian kapal ke kantor pusat, karena karakteristik wilayah Mentawai adalah kepulauan yang sangat membutuhkan armada andal,” tutur Benteng.

Di tengah keterbatasan sarana, Benteng mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut di Mentawai, untuk senantiasa mengutamakan keselamatan pelayaran.

Masyarakat diminta melengkapi diri dengan alat pelindung diri seperti jaket pelampung (life jacket) dan radio pemancar sinyal darurat (beacon).

Pemkab Mentawai Buka Suara

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan, menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas terbakarnya KN Ramawijaya 240.

Menurutnya, kapal tersebut merupakan sarana vital yang selama ini menjadi tumpuan utama dalam operasi penyelamatan korban kecelakaan laut di Mentawai.

“Ini adalah satu-satunya kapal andalan daerah kita yang sangat dibutuhkan untuk penyelamatan masyarakat saat terjadi musibah di laut. Kami sangat berharap Pemerintah Pusat atau Basarnas dapat segera memberikan kapal pengganti yang armada spesifikasinya setara atau lebih baik,” kata Martinus.

Martinus juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan prosedur keselamatan saat melaut menggunakan perahu kayu atau armada tradisional.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Bupati Kepulauan Mentawai belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat maupun sambungan telepon. (Rijon)