Oleh: Syamsurijon Caniago, SH
Langit cerah siang itu menyambut kedatangan rombongan perantau Minang yang pulang basamo di Dharmasraya. Delapan bus berhenti di halaman Rumah Makan Umega, disambut hangat tarian piring, aparat kepolisian, dan suasana haru para perantau yang akhirnya kembali menjejakkan kaki di ranah Minang.
Siang itu langit di Gunung Medan, Kabupaten Dharmasraya, tampak cerah berbalut awan tipis. Di halaman Rumah Makan Umega, deretan bus mulai memasuki area parkir. Delapan armada yang membawa perantau Minang dari rantau itu menjadi rombongan pertama dalam tradisi Pulang Basamo 2026.

bersama Wartawan Java News Syamsurijon Chaniago, SH
Kedatangan para perantau disambut hangat oleh jajaran kepolisian. Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro bersama para pejabat utama Polres Dharmasraya telah menunggu sejak siang hari. Alunan musik tradisional mengiringi penampilan Tari Piring yang dipersembahkan sebagai tanda penghormatan bagi para tamu yang kembali ke ranah Minang.
Program Pulang Basamo tahun ini menghadirkan delapan bus gratis bagi para perantau. Armada tersebut merupakan bantuan yang diinisiasi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat I, Andre Rosiade, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat Minang di perantauan agar dapat pulang kampung dengan aman dan nyaman.

minang dalam Acara Pulang Badan Mudik Aman
Keluarga Bahagia
Sekitar pukul 12.45 WIB, satu per satu bus berhenti di halaman rumah makan. Para perantau dipersilakan turun untuk beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan panjang dari luar daerah. Sejumlah anggota Polri dan Polwan dengan sigap membantu para penumpang, terutama ibu-ibu dan lansia, menuju area istirahat dan masjid untuk menunaikan salat zuhur.
Fasilitas yang tersedia di Rumah Makan Umega Gunung Medan pun cukup memadai. Area parkir luas, tempat istirahat yang bersih, serta masjid yang nyaman menjadi tempat singgah yang layak bagi para perantau sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
Bagi masyarakat Minang, Pulang Basamo bukan sekadar perjalanan mudik. Ia merupakan tradisi yang sarat makna kebersamaan, mempererat ikatan antara perantau dan kampung halaman. Suasana penyambutan di Dharmasraya terasa hangat, seolah para perantau kembali disambut keluarga sendiri.
Dalam sambutannya, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menyampaikan rasa bangga dapat menyambut para perantau yang pulang ke ranah Minang.
“Selamat datang kepada saudara-saudara kami para perantau dalam kegiatan Pulang Basamo 2026 dengan tema Mudik Aman, Keluarga Bahagia. Kami dari jajaran Polres Dharmasraya merasa bangga dapat menyambut kedatangan bapak dan ibu semua,” ujarnya.
Ia juga berharap perjalanan para perantau menuju daerah tujuan berikutnya, termasuk Bukittinggi, dapat berjalan lancar dan selamat hingga sampai ke kampung halaman masing-masing.
Sebagai bentuk perhatian, para perantau juga diberikan bingkisan nasi kotak untuk bekal berbuka puasa di perjalanan. Hal itu menjadi bagian dari upaya memastikan perjalanan mudik berlangsung nyaman dan aman.
Suasana haru pun terlihat dari wajah para penumpang. Salah seorang perwakilan perantau, Uni Lis, tak mampu menahan rasa haru saat menyampaikan ucapan terima kasih.
Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa bahagianya atas sambutan yang diberikan.
“Kami sangat terharu dan merasa dihargai sekali. Terima kasih banyak atas sambutan yang luar biasa ini,” katanya.
Ia juga memohon doa agar seluruh rombongan dapat melanjutkan perjalanan hingga tiba dengan selamat di Bukittinggi dan kampung halaman masing-masing.
Di tengah hiruk-pikuk perjalanan panjang para perantau, penyambutan sederhana di Dharmasraya itu menjadi pengingat bahwa kampung halaman selalu menanti dengan tangan terbuka. Tradisi Pulang Basamo pun kembali memperlihatkan wajah solidaritas masyarakat Minangkabau yang tak pernah lekang oleh jarak dan waktu.

