Tangerang — Javanewsonline.co.id | Sapphire Sky Hospitality (SSH) untuk pertama kalinya menggelar kegiatan Wedding Organizer (WO) & Event Organizer (EO) Gathering di Yasmin Hotel Karawaci. Kegiatan ini digelar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan perencanaan dan pelaksanaan pernikahan yang profesional.

General Manager Sapphire Sky Hospitality, Yohanes Parwoto, mengatakan profesi WO dan EO memiliki peran yang saling melengkapi dalam memastikan kelancaran sebuah acara pernikahan, mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi.
“Biasanya EO dan WO merangkap bekerja untuk memenuhi kebutuhan yang semakin banyak dicari para calon pengantin. Kami, Sapphire Sky Hospitality, menyelenggarakan gathering untuk pertama kalinya, berbarengan dengan pameran pernikahan di BSD,” ujar Yohanes.
Menurut dia, meski terdapat perbedaan peran, cakupan kerja, dan tantangan antara EO dan WO, keduanya kerap harus berkolaborasi karena tingginya tuntutan calon pengantin dan keluarga. Fenomena tersebut mendorong SSH untuk mempertemukan para pelaku industri dalam satu forum silaturahim dan penjajakan kerja sama.

Sebanyak 25 WO dan EO dari wilayah Tangerang Raya, Jakarta, dan sekitarnya hadir dalam kegiatan tersebut. Yohanes menyebut antusiasme peserta cukup tinggi dan diharapkan dapat terjalin kemitraan yang berkelanjutan.
“Kami melihat fenomena tersebut, dan akhirnya mengundang para EO dan WO di Yasmin Hotel Karawaci. Sebagian besar antusias, dan kami sangat berharap ada kerja sama yang baik dengan mereka,” katanya.
Acara gathering yang berlangsung sekitar dua jam itu juga diisi dengan pemaparan fasilitas dan berbagai benefit kerja sama bersama SSH. Yohanes menegaskan, jaringan SSH, khususnya Yasmin Hotel Karawaci, memiliki keunggulan fasilitas yang menunjang penyelenggaraan acara berskala besar.
Ia menyebutkan, hotel tersebut memiliki lobby dan ballroom luas dengan desain yang berada pada satu level bersama restoran, kolam renang, dan pusat kebugaran. Konsep tersebut dinilai memberikan kenyamanan lebih bagi penyelenggaraan pesta pernikahan.
Selain menyasar segmen pernikahan, SSH juga melayani kebutuhan acara pemerintahan, korporasi, dan keluarga. “Untuk pemerintahan, sering ada rapat-rapat dari kantor dinas di Tangerang Raya yang menggunakan function room kami,” ujar Yohanes.
Terkait musim pernikahan, ia menjelaskan bahwa periode puncak (peak season) umumnya terjadi satu bulan sebelum dan sesudah Idul Fitri. Namun, kondisi tersebut juga dipengaruhi faktor cuaca, terutama peralihan musim hujan dan kemarau.
“Pernikahan itu sifatnya musiman, tetapi kebutuhannya sangat signifikan. Apalagi masyarakat Indonesia sebagian besar masih memandang pernikahan sebagai momen sekali seumur hidup,” kata Yohanes.
Melalui kegiatan gathering ini, SSH berharap dapat memperkuat sinergi dengan para pelaku WO dan EO guna menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan pernikahan yang profesional dan terintegrasi. (Liu)

