Bima – Javanewsonline.co.id | | Keterbatasan ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kuta, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, membuat 142 siswa harus belajar dalam kondisi yang jauh dari ideal. Sejumlah ruang kelas yang tersedia tak lagi mampu menampung seluruh peserta didik yang terus bertambah setiap tahun.

Kepala SDN Kuta mengungkapkan, sekolah telah berulang kali mengajukan proposal pembangunan ruang kelas baru ke pemerintah daerah, namun hingga kini belum ada tanggapan konkret.

“Anak-anak harus belajar bergantian karena ruangannya tidak cukup. Kami sudah beberapa kali mengajukan permohonan pembangunan, tetapi belum ada realisasi,” ujarnya, Rabu (22/10).

Kondisi ini juga memengaruhi proses pembelajaran. Guru-guru di sekolah tersebut mengaku kesulitan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Selain ruang kelas yang sempit, sejumlah fasilitas seperti meja dan kursi pun banyak yang rusak.

“Ruangan panas dan sesak, anak-anak sulit berkonsentrasi. Kami hanya berharap ada tambahan ruang kelas agar kegiatan belajar bisa berjalan dengan baik,” kata salah satu guru.

Keluhan serupa datang dari para orang tua siswa. Mereka menilai, perhatian pemerintah terhadap fasilitas pendidikan di daerah terpencil seperti Desa Kuta masih minim.

“Kadang satu ruang dipakai dua kelompok belajar. Anak-anak jadi tidak fokus. Kami minta pemerintah segera turun tangan,” tutur salah seorang wali murid.

Tokoh masyarakat Desa Kuta menilai, keterlambatan perbaikan infrastruktur sekolah dapat berdampak buruk terhadap masa depan pendidikan anak-anak di wilayah pegunungan itu.

“Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan manusia. Pemerintah harus segera meninjau dan memperbaiki kondisi ini sebelum makin parah,” ujarnya.

Warga kini menaruh harapan besar kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bima agar segera menindaklanjuti persoalan ini. Mereka menilai, pembangunan tambahan ruang kelas menjadi kebutuhan mendesak demi menjamin kenyamanan dan mutu pendidikan bagi ratusan siswa SDN Kuta. (Teguh)