Magetan – Javanewsonline.co.id | Pemerintah Kabupaten Magetan menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-350 pada Minggu pagi, 12 Oktober 2025, di alun-alun setempat. Dengan mengusung tema “Magetan Tumbuh, Ekonomi Tangguh”, perayaan tahun ini menjadi ajang refleksi perjalanan panjang sejarah Magetan sekaligus momentum mempertegas arah pembangunan menuju daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Upacara berlangsung khidmat dan penuh makna, dipimpin langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti. Turut hadir jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Magetan Kang Ratno, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta pelajar dari berbagai sekolah di wilayah tersebut.

Dalam amanatnya, Bupati Nanik menekankan bahwa usia 350 tahun bukan sekadar angka, melainkan simbol dari semangat perjuangan, gotong royong, dan pengabdian masyarakat Magetan dari generasi ke generasi. “Magetan harus terus tumbuh, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam penguatan ekonomi rakyat. Kita harus bekerja lebih keras, lebih adaptif, dan inklusif agar pembangunan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan kualitas infrastruktur, pendidikan, serta pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Setiap kebijakan yang lahir di Magetan harus berdampak langsung bagi rakyat. Karena sejatinya, pemerintah adalah pelayan masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga memberikan sejumlah penghargaan kepada dinas, kecamatan, dan instansi vertikal seperti Polres Magetan atas prestasi dan kontribusi mereka terhadap kemajuan daerah.

Sementara itu, Ketua DPRD Magetan, Kang Ratno, menilai bahwa usia ke-350 menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter dan jati diri daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dengan pelestarian budaya lokal. “Magetan harus tumbuh menjadi kabupaten yang maju, tetapi jangan sampai kehilangan akar budaya. Tema perayaan tahun ini mencerminkan semangat bagaimana UMKM dan ekonomi kreatif bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), tanpa mengabaikan kearifan lokal,” ujarnya.

Ratno juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang terus membuka akses pengembangan sektor ekonomi dan pariwisata, khususnya dalam penguatan UMKM, kuliner khas, industri kerajinan kulit, serta destinasi wisata alam seperti Telaga Sarangan yang menjadi ikon kebanggaan Magetan.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci agar visi “Magetan Tumbuh, Ekonomi Tangguh” dapat terwujud. “Kita harus bersinergi membangun Magetan dari berbagai sisi. Pembangunan tidak akan berhasil jika tidak melibatkan rakyat sebagai subjek utama,” tutur Ratno.

Peringatan Hari Jadi ke-350 Kabupaten Magetan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang daerah sekaligus peneguhan komitmen untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik. Di tengah tantangan ekonomi global, Magetan berupaya menjadikan momentum ini sebagai tonggak kebangkitan untuk memperkuat identitas, ekonomi, dan kesejahteraan warganya. (Rendra)