Pangkep – Javanewsonline.co.id | Desa Pitue, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, menjadi salah satu lokasi verifikasi penerapan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Pada Senin, 29 September 2025, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep turun langsung ke desa tersebut untuk menilai penerapan lima pilar STBM di tingkat masyarakat.
Rombongan dipimpin Zulfitriani Arif, SKM, Ketua Tim Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan Pangkep. Ia datang bersama dua anggota tim serta seorang sanitarian pembanding dari Puskesmas Liukang Kalmas. Kehadiran mereka disambut Kepala Desa Pitue, Muh Nasrul Munir, didampingi jajaran perangkat desa, Ketua BPD, Babinsa, Babinkamtibmas, bidan desa, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Muh Nasrul menekankan pentingnya dukungan penuh dari seluruh perangkat dan warga desa. “Saya berharap pelaksanaan verifikasi 5 pilar ini dapat berjalan sukses, aman, dan tertib sesuai tujuan program. Mari bersama-sama membantu tim dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Tim verifikasi kemudian memaparkan tujuan dari kegiatan tersebut. Zulfitriani menjelaskan, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan masyarakat telah menerapkan lima pilar perilaku hidup bersih dan sehat. Pilar itu meliputi: stop buang air besar sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.
“Kelima pilar ini saling berkaitan untuk menjaga kesehatan masyarakat, mendorong kemandirian sanitasi, dan memastikan keberlanjutan program,” kata Zulfitriani. Ia menambahkan, salah satu indikator penting adalah tidak adanya genangan air limbah di sekitar rumah warga, yang kerap menjadi sumber penyakit.
Menurutnya, Desa Pitue sudah menunjukkan capaian positif. Sebagian besar rumah tangga memenuhi syarat penerapan pilar STBM, meski masih ada tantangan di aspek pengolahan limbah cair. “Secara umum masyarakat Pitue sudah berada pada level yang baik. Namun, kami ingin memastikan kesadaran soal sanitasi ini benar-benar menjadi perilaku sehari-hari, bukan sekadar memenuhi syarat administratif,” ujarnya.
Tim Dinas Kesehatan menekankan bahwa verifikasi tidak berhenti pada penilaian, tetapi juga memberi masukan untuk perbaikan berkelanjutan. “Program ini bukan semata target laporan, tetapi upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tutur Zulfitriani.
Bagi pemerintah desa, verifikasi STBM menjadi momentum memperkuat peran warga dalam menjaga lingkungan. “Kami ingin Pitue menjadi desa percontohan dalam kemandirian sanitasi. Itu hanya bisa terwujud jika masyarakat peduli dan konsisten menjalankannya,” kata Muh Nasrul menutup pertemuan. (Borahima)

