Donggala – Javanewsonline.co.id | Pemerintah Kabupaten Donggala terus menggenjot inovasi pelayanan publik. Salah satunya melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Aparatur dan Layanan Administrasi Kependudukan 2025 yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Acara ini berlangsung selama dua hari, 4–5 September 2025, di Ruang Kasiromu, kompleks Perkantoran Bupati Donggala.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur dalam memberikan layanan administrasi kependudukan yang cepat, tepat, dan sesuai regulasi. “Harapan saya, operator UPTD dapat memahami aturan teknis sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat luas. Pelayanan prima di bidang kependudukan adalah hak dasar warga,” kata Vera.
Menurutnya, program ini sejalan dengan misi pemerintah daerah periode 2025–2029, yaitu memperkuat kualitas pelayanan publik di enam UPTD tingkat kecamatan. “Kami ingin memastikan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil, bisa merasakan kemudahan layanan kependudukan tanpa harus menempuh jarak jauh,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat daerah, antara lain Ketua DPRD Donggala Moh. Taufik, Sekretaris Daerah Rustam Efendi, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, staf ahli, asisten sekretariat, para pimpinan OPD, serta seluruh camat. Turut hadir perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Donggala dan narasumber dari Disdukcapil Sulawesi Tengah.
Kepala Disdukcapil Sulawesi Tengah, Andi Hajidin, dalam paparannya menjelaskan bahwa Bimtek ini bertujuan membentuk aparatur yang berkualitas, loyal, dan beretika dalam pelayanan publik. “Pelayanan kependudukan harus dilakukan dengan integritas tinggi. Aparatur dituntut tidak hanya sigap secara teknis, tetapi juga mampu menjaga etika dan sikap ramah terhadap masyarakat,” katanya.
Ketua panitia, Rahmanur, melaporkan bahwa Bimtek diikuti 150 peserta. Mereka terdiri dari operator UPTD di 14 kecamatan, operator Disdukcapil, serta sejumlah kepala desa dari Kecamatan Banawa Induk, Banawa Selatan, Balaesang Tanjung, dan Dampelas. Peserta mendapatkan pelatihan teknis seputar pengelolaan data kependudukan, pelayanan akta kelahiran, kematian, hingga pencatatan pernikahan.
Rahmanur menambahkan, Bimtek ini juga bertujuan memperkuat layanan administrasi di enam UPTD kecamatan. Dengan begitu, masyarakat desa terpencil tetap bisa mendapatkan layanan yang setara dengan wilayah perkotaan. “Kami ingin memaksimalkan kemampuan operator sehingga pelayanan akta kelahiran, kematian, dan data kependudukan lainnya bisa menjangkau seluruh desa dan kelurahan,” ujarnya.
Selain pelatihan, kegiatan juga melibatkan penandatanganan berita acara kerja sama antara Disdukcapil Donggala, Bappeda Donggala, dan BPJS Ketenagakerjaan Palu. Kerja sama ini diarahkan untuk mengembangkan inovasi pelayanan, termasuk pemanfaatan data kependudukan lintas instansi.
Bupati Vera menutup sambutannya dengan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem pelayanan publik yang inklusif. “Optimalisasi teknologi dan kompetensi aparatur adalah kunci. Kami ingin masyarakat Donggala merasakan layanan cepat, tepat, dan adil. Semua ini bagian dari ikhtiar membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” katanya. (Sir)

