OKI – Javanewsonline.co.id | Sejak dilantik tujuh bulan lalu, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Muchendi Supriyanto mulai melakukan berbagai pembenahan, dari infrastruktur hingga penataan kawasan perdagangan. Pasar Kayuagung, pusat ekonomi terbesar di ibu kota kabupaten, tak luput dari perhatian. Jalan-jalan pasar diperbaiki, area parkir ditata, hingga pedagang diatur sesuai jenis dagangannya.

Namun, di balik upaya mempercantik wajah pasar, masih ada sudut yang luput tersentuh. Di depan pusat perbelanjaan Shopping Center Kayuagung berdiri dua bangunan tua: bekas Pos Pelayanan Kesehatan Pasar dan bekas Pos Lalu Lintas. Kedua pos itu terbengkalai, tak terawat, dan tidak lagi difungsikan.
Menurut keterangan sejumlah pedagang, bangunan kosong itu kerap dimanfaatkan oleh gelandangan dan anak jalanan. “Kalau malam sering ada yang pakai buat hal-hal tidak pantas, kayak tempat mesum,” kata seorang pedagang, Kamis, 11 September 2025. Kondisi itu membuat kawasan pasar kembali terkesan kumuh, bertolak belakang dengan upaya pembenahan yang sedang berjalan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten OKI, Ir. Syahrul, M.Si, memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Ia mengakui bangunan pos yang terbengkalai itu telah lama menjadi persoalan. “Memang sudah tidak digunakan lagi dan membuat pasar terlihat kumuh. Hari ini juga, Kamis (11/9), kami akan lakukan pembongkaran dan meratakannya,” kata Syahrul di ruang kerjanya.
Syahrul menambahkan, pembongkaran tidak hanya bertujuan memperindah wajah pasar, tetapi juga menghilangkan potensi penyalahgunaan bangunan untuk aktivitas ilegal. “Kita ingin menutup ruang-ruang yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal negatif,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab OKI berencana menggandeng sejumlah pihak untuk penertiban. Dinas Perdagangan disebut akan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Sosial, serta aparat kepolisian. Fokusnya adalah mengurangi keberadaan anak punk dan gelandangan yang kerap terlihat di area pasar. “Penertiban harus dilakukan bersama, karena ini menyangkut ketertiban umum sekaligus kenyamanan pedagang dan pengunjung,” kata Syahrul.
Sejumlah pedagang menyambut baik rencana pemerintah itu. Mereka berharap pasar bisa benar-benar bersih dari praktik-praktik yang mengganggu kenyamanan. “Kalau sudah dibongkar, semoga pasar lebih rapi. Kami pedagang juga lebih tenang berjualan,” ujar Dedi, pedagang sayur di Pasar Kayuagung.
Bupati OKI, Muchendi Supriyanto, sejak awal pemerintahannya menekankan pembangunan yang berpihak pada masyarakat. Penataan pasar tradisional menjadi salah satu prioritas untuk mendukung pergerakan ekonomi daerah. Upaya itu mencakup peningkatan fasilitas dasar, penataan pedagang kaki lima, hingga menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan.
Namun, pemerintah daerah menyadari bahwa keberhasilan program itu tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik. Penertiban sosial, seperti penanganan anak jalanan dan gelandangan, juga memegang peranan penting. Karena itu, sinergi antarinstansi diharapkan menjadi kunci.
Dengan rencana pembongkaran bekas pos pelayanan kesehatan dan pos lalu lintas, Pemkab OKI berharap wajah Pasar Kayuagung bisa berubah signifikan. Kawasan itu diharapkan tidak lagi menjadi titik kumuh, melainkan sepenuhnya menjadi ruang ekonomi yang bersih, tertata, dan aman bagi masyarakat.
“Pasar adalah wajah daerah. Kalau pasar tertata, itu akan mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun. Kita tidak ingin ada lagi ruang kosong yang justru merusak citra Kayuagung,” kata Syahrul. (Ir)

