INDRAMAYU – Javanewsonline.co.id | PT Sri Rahayu Putra Jaya, penggilingan padi yang berlokasi di Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berhasil memenuhi target penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 3 juta ton dalam Program Serapan Gabah (Sergab) yang digagas oleh pemerintah pusat melalui Mitra Bulog.

Direktur Utama PT Sri Rahayu Putra Jaya, H. Pandi, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat untuk berperan aktif dalam program strategis ini. “Kami merasa bersyukur karena perusahaan kami dipercaya untuk berkontribusi dalam program Sergab GKP ini,” ujar H. Pandi.

Dalam pelaksanaannya, PT Sri Rahayu Putra Jaya bekerja sama dengan Bulog dan mitra lainnya untuk menyerap gabah dari petani di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu. Harga pembelian yang ditetapkan adalah Rp 6.500 per kilogram untuk GKP, sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto. “Harga ini memberikan kepastian dan keuntungan bagi petani,” tambah H. Pandi.

Penerimaan bahan baku padi dikawal oleh para pekerja dan aparat dari Satuan Koramil Juntinyuat.

Program Sergab GKP ini tidak hanya membantu stabilitas harga gabah di tingkat petani, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Dengan produksi padi Kabupaten Indramayu yang mencapai 1,7 juta ton pada tahun 2024, program ini menjadi salah satu upaya penting dalam memastikan ketersediaan beras di pasar domestik.

Keberhasilan PT Sri Rahayu Putra Jaya dalam memenuhi target serapan gabah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan petani setempat. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan petani dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dengan pencapaian ini, PT Sri Rahayu Putra Jaya membuktikan komitmennya dalam mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Indramayu. (Agus R.)