BOYOLALI – Javanewsonline.co.id | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa turut menghadiri pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Desa Kayen, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Selasa (6/5/2025). Kegiatan ini menandai dimulainya program pembangunan terpadu antara TNI dan pemerintah daerah demi mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya di sekitar kawasan hutan.

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Boyolali Agus Irawan, didampingi Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo. Hadir pula jajaran Forkopimda, termasuk Wakapolres Boyolali Kompol Nunung Farmadi, Kajari Tri Anggoro Mukti, Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma Dwi Hartanta, serta jajaran Forkopimcam Juwangi dan para kepala desa setempat.

Kepala Perhutani KPH Telawa Heri Nur Afandi, S.Hut., M.Si., yang hadir bersama Wakil Administratur Firmansyah, S.E., menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin dalam pelaksanaan TMMD, terutama di desa sekitar kawasan hutan.

“Kami berterima kasih telah dilibatkan dalam program ini. Kami berharap pembangunan infrastruktur, khususnya jalan desa di sekitar hutan, dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat hutan,” ujar Heri.

TMMD Sengkuyung Tahap II ini mengedepankan semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai elemen, baik pemerintah, TNI, hingga masyarakat. Menurut Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko, program ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam membangun wilayah dan mempererat hubungan dengan rakyat.

“Kami datang bukan sebagai penguasa, tapi sebagai saudara. TMMD ini adalah ladang pengabdian, bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga tentang solidaritas dan pemberdayaan sosial,” kata Wiweko.

Wakil Administratur KPH Telawa, Firmansyah, S.E., menambahkan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat desa seperti di Kayen bukan hanya membawa alat berat, tetapi juga membawa harapan.

“TMMD ini adalah cara negara hadir hingga pelosok. Negara membuktikan cintanya kepada rakyat lewat kerja nyata, bukan sekadar janji,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat, pelajar, dan berbagai unsur yang hadir dalam upacara pembukaan. “Denyut gotong royong menjadi jiwa dari setiap kegiatan TMMD. Dari sinilah pembangunan yang berkeadilan dimulai,” tambahnya.

Program TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2025 di Boyolali ini akan menyasar sejumlah pembangunan infrastruktur, termasuk jalan penghubung antardesa, perbaikan fasilitas umum, serta kegiatan nonfisik seperti penyuluhan dan pelayanan sosial. (Banu Abilowo)