PangkalPinang – Javanewsonline.co.id | Aula Makorem 045 Garuda Jaya menjadi tempat berlangsungnya Seminar Budaya Nasional mengusung tema, “Melalui Keragaman Budaya Daerah Kita Harmonikan semangat Bhinneka Tunggal Eka dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI”.

Kegiatan Seminar Budaya Nasional diinisiasi oleh Kantor Berita Online Bangka Belitung (KBO Babel) dan organisasi pers Pemerhati Jurnalis Siber (PJS), menghadirkan tokoh atau pegiat budaya daerah dan nasional sebagai narasumber atau pembicara.

Selain Ketua Umum PJS Mahmud Marhaba yang memberikan sambutan sekaligus membuka Seminar Budaya Nasional, hadir pula Penggiat Budaya Nasional dari Pasundan Jabar Irjen Pol (P) Drs H Anton Carliyan MPKN, yang juga Dewan Pembina KBO Babel, ia diminta menjadi Narasumber/Pembicara di Seminar Budaya Nasional, ada juga Prof Dr Bustami Rahman Ketua Lembaga Adat Melayu Babel dan H Marwan Ketua Majelis Adat Melayu Indonesia Kepulauan Bangka Belitung.

Rikky Fermana yaitu salah satu inisiator Seminar Budaya Nasional, yang juga Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Babel, saat diwawancarai oleh jejaring media KBO Babel, Jumat Sore (16/12) mengatakan, selain Narasumber yang disebutkan diatas, Kasrem 045/Garuda Jaya Kolonel Inf Parluhutan Marpaung mewakili Danrem Brigjen TNI Ujang Darwis MDA, Kombes Pol Maladi mewakili Kapolda Babel Irjen Pol Drs Yan Sultra Indrajaya SH dan Mayor Sitinjak mewakili Danlanal Babel Kolonel P Denny Indra menjadi Narasumber juga dalam kegiatan seminar tersebut.

Acara Seminar Budaya Nasional tersebut dipandu oleh Ahmadi Sofyan sebagai penggiat sosial budaya dan M Husin Ali wartawan senior TVRI sebagai moderator.

Pada acara puncak Seminar Budaya Nasional itu, Irjen Pol (P) Dr Drs Anton Charliyan MPKN mantan Kadiv Humas Polri yang akrab dipanggil Abah Anton, diberikan kesempatan untuk menyampaikan materinya terlebih dahulu.

Dalam paparannya, Abah Anton menyampaikan, bahwa sadar atau tidak nya saat ini, kita mungkin sudah Merdeka di Bidang Politik, Sosial, maupun Ekonomi, tapi apakah kita sudah Bisa 100% penuh Berdaulat tanpa Intervensi negara-negara Adi jaya?

“Ternyata belum bisa, bahkan begitu banyak tekanan dan intervensi negara-negara super power, makanya khusus di bidang budaya, kita harus betul-betul mampu Merdeka dan Berdaulat Full 100 % menjadi tuan di rumah Sendiri,” papar Abah Anton.

Lanjutnya, “untuk itu mari seluruh masyarakat di nahkodai para budayawan dan tokoh adat agar betul-betul mampu mengokohkan, memelihara, melestaikan dan melaksanakan adat tradisi budaya daerah masing-masing, agar betul-betul menjadi Local Genius yang menjadi ciri khas identitas bangsa Indonesia yang Unggul, yang sudah Berbineka Tunggal Ika sejak zaman nenek moyang kita dulu, mulai dari penggunaan bahasa daerah, pakaian tradisi, kesenian, upacara-upacara adat dan lainnya, yang outputnya bisa melahirkan sikap Sabilulungan, gotong royong, rasa kekeluargaan, sopan santun, etis dan sikap toleransi antar sesama,” ajak mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Bahkan ditegaskannya, bahwa paling utama untuk kita adalah tanamkan dalam hati perilaku dan sikap kita harus betul-betul merasa bangga sebagai bangsa Indonesia, karena Bangsa Nusantara ini menurut Arsyos Santos dalam bukunya The Lost Atlantis merupakan Sumber Peradaban yang Paling Unggul, Cikal Bakal Peradaban yang paling tua dengan adanya Artefak gunung Padang Cianjur, serta merupakan negara yang sudah religius berketuhanan yang Maha Esa sejak Awal, dengan salah satu buktinya masyarakat adat suku Baduy Banten diketahui beragama Adam sebagai Nabi Pertama.

Di penghujung acara, Abah Anton penggiat budaya nasional atau tokoh budaya nasional memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan, bravet, emblam kepada narasumber, tokoh masyarakat dan tokoh Forkopimda Babel atas dedikasi dan peran serta dalam menjaga Keharmonisan Bhineka Tunggal Ika dengan Keragaman budaya daerah di Bangka Belitung.

“Menurut saya Budaya Melayu Bangka Belitung bisa jadi cermin dalam sikap toleransi dan Bhineka Tunggal Ika di Indonesia menjaga Keharmonisan tetap satu mesti dengan Keragaman budaya yang berbeda, Masyarakat Babel tetap bisa menjaga persatuan, kerukunan dan menghargai perbedaan yang ada, saya senang bisa disini bersama saudara-saudaraku,” kata Abah Anton saat diwawancara terkait dengan pemberian Piagam Penghargaan yang diberikan kepada sejumlah orang yang hadir pada Seminar Budaya Nasional tersebut.

Pantauan jejaring media ini, selain sejumlah narasumber atau pembicara, tampak hadir ketua/pengurus, HMI, PMII FKPPI, Pemuda Pancasila, komunitas Media dan lainnya.

Acara berlansung tertib dan penuh antusias, bahkan diakhir penutupan paparan materi Abah Anton banyak peserta undangan yang terharu dengan kisah heroiknya pahlawan kita sebenarnya yakni sosok seorang ayah yang telah menginspirasi bahwa kita tetap tangguh dan terus semangat seperti halnya kita membesarkan Negeri Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati. (KBO-Babel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.