Pandeglang – Javanewsonline.co.id | Sahrowi, Kades Banjarnegara Kecamatan Pulosari Kabupaten Pandeglang Banten mengakui, bahwa pembangunan saluran irigasi yang menggunakan Dana Desa (DD) merugi.

Menurutnya, anggaran DD yang di turunkan Pemerintah pusat di tahun 2022 terbagi menjadi beberapa item, diantaranya untuk Anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar 40% dan ketahanan pangan 20%.

Sahrowi selaku Kepala Desa Banjarnegara mengakui sudah membangun irigasi yang letaknya di Kampung Kadu Meong Blok Cipamor Desa Banjarnegara.

Ia menerangkan, bahwa untuk anggaran Ketahanan Pangan, dari 20% di bagi dua kegiatan, diantaranya 75 juta dibelikan kerbau 5 ekor dan yang Rp 105 juta digunakan untuk pembangunan irigasi pertanian.

Akan tetapi, menurut Kades Sahrowi, dalam pembangunan irigasi tersebut, ia mengalami kerugian sebesar Rp 27 juta rupiah, sedangkan dari pembelian 5 ekor kerbau ia mendapat kelebihan sebesar Rp 500.000.

Menurutnya, pembangunan irigasi tersebut dikerjakan melalui swadaya masyarakat. Saat di konfirmasi awak media, Sabtu (8/9) di rumahnya, ia mengatakan, sebagai Kepala desa ia masih baru. “Saya jadi kepala desa masih baru, belum bisa,” tutupnya.

Di tempat yang lain Oji selaku angota TPK sekaligus seksi di lapangan, saat di konfirmasi melalui whatsaap mengatakan, bahwa ia hanya sebagai pelaksana di lapangan, yang tugasnya mengawasi masyarakat bekerja. “Saya mah hanya tahunya kerja, mengenai Pak Kades Sahrowi rugi 27 juta rupiah, saya tidak tahu apa-apa pak,” pungkasnya. (Tb Arifuddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.