Reporter: Muhammad Rusli DR
Editor: Timan
TAKALAR – Javanewsonline.co.id | Sebanyak 520 santri dari dua kecamatan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, mengikuti prosesi wisuda dan Haflah Musyahadah yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPTKA BKPRMI), Ahad (11/5/2025). Acara berlangsung di Pantai Topejawa, Kecamatan Mangarabombang, yang dikenal sebagai destinasi wisata religi di daerah tersebut.

Kegiatan ini menjadi puncak evaluasi pendidikan Al-Qur’an di tingkat dasar, yang melibatkan ujian tertulis dan lisan (munaqasah). Santri yang dinyatakan lulus pada kedua tahap itu mengikuti prosesi wisuda sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian mereka dalam pembelajaran Al-Qur’an.
Ketua Panitia Wisuda, Usman, S.Pd., menyampaikan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan merujuk pada standar nasional LPPTKA. Ia menekankan pentingnya menjadikan wisuda sebagai titik awal untuk menginternalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. “Kami berharap, semangat belajar ini tidak berhenti di prosesi hari ini, tetapi terus menjadi bekal sepanjang hayat,” ujarnya.

Ketua DPK BKPRMI Polongbangkeng Selatan, Usman, dan Ketua DPK BKPRMI Sanrobone, Rismawati, S.Pd.I., dalam sambutannya menyoroti pentingnya pendidikan karakter melalui pengajaran Al-Qur’an. Menurut mereka, BKPRMI berperan sebagai mitra strategis keluarga dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini.
“Anak-anak perlu dibentengi dari pengaruh negatif lingkungan. Pendidikan TKA dan TPA menjadi ruang awal membentuk kepribadian yang Islami,” ujar Rismawati.
Mereka juga mendorong keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran, sehingga pembentukan karakter tidak hanya menjadi tugas lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.
Ketua Majelis Pertimbangan Daerah BKPRMI Takalar, Muh. Aksin Suarso, dalam pesannya mengingatkan bahwa para santri adalah generasi penerus yang kelak memegang peranan penting di tengah masyarakat. Ia mengajak santri untuk terus belajar dan mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Adapun Direktur Wilayah LPPTKA BKPRMI Sulawesi Selatan, Muh. Yusuf Sewang, S.Hi., menekankan pentingnya mengamalkan isi Al-Qur’an, bukan hanya menghafal. Ia juga mendorong perluasan pendidikan TKA/TPA hingga pelosok desa agar dakwah Qurani dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Takalar menyatakan dukungan terhadap kegiatan ini. Dalam sambutannya, Staf Ahli Bidang Sosial dan Budaya, Muh. Nurdin, menyampaikan bahwa Bupati Takalar sangat mengapresiasi peran BKPRMI dalam membentuk generasi muda berkarakter. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat kolaborasi dengan lembaga-lembaga keagamaan dalam membina moralitas generasi muda.
Prosesi wisuda di Pantai Topejawa ini menjadi momentum spiritual yang menyatukan semangat religius dengan nuansa alam. Bagi para santri, wisuda bukanlah akhir, melainkan permulaan untuk membawa nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam kehidupan nyata.
Dukungan berbagai pihak baik pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat menggambarkan bahwa pendidikan Al-Qur’an masih menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter generasi bangsa, khususnya di Kabupaten Takalar.
Javanewsonline.co.id

