Jember – Javanewsonline.co.id | Sekolah Adiwiyata merupakan gelar bagi sekolah yang dianggap sudah baik dan ideal sebagai tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan serta norma dan etika bagi siswa-siswinya, sehingga menjadi dasar bagi terciptanya kesejahteraan.

Salah satu SMP yang mendapat gelar adiwiyata di Kabupaten Jember adalah SMP 1 Sumberbaru. Sekolah yang memiliki 500 siswa dan mempunyai banyak inovasi itu mampu bersiap untuk naik kelas menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi.

Kepala Sekolah SMP 1 Sumberbaru Kabupaten Jember, saat berbincang dengan Javanewsonline.co.id, Senin (9/8) menyampaikan, kunci dari sekolah adiwiyata adalah membentuk karakter siswa yang cinta lingkungan dan keindahan serta kebersihan.

“Sikap peduli lingkungan harus dimulai dari para guru, agar anak didik kami dapat mencontoh dan menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan ” ungkap Mamik Sasmiati.

Ia juga tidak menyangka bahwa sekolahnya bisa mendapat gelar adiwiyata, karena sebelum ada gelar tersebut, sekolah ini sudah menerapkan cinta terhadap lingkungan. “Alhamdulillah  sekolah ini mendapat gelar adiwiyata, kami berharapan semoga gelar tersebut tidak sampai pada tingkat kabupaten saja, namun bisa sampai ketingkat nasional, juga bisa memotivasi sekolah lain untuk peduli terhadap lingkungan,” ucapnya sambil terseyum.

Edukasi peduli lingkungan diterapkannya kepada siswa dan bisa diterima. Jika dulu siswa itu merusak lingkungan taman bunga dibuat permainan sepak bola, untuk sekarang siswa telah mengerti dan ikut serta menjaga dan merawat lingkungan sekolahnya.

Mamik Sasmiati menjelaskan kesiapannya untuk menuju Adiwiyata tingkat provinsi, antara lain dengan menambahkan kelompok kerja (Pokja). jika masalah tanaman disini sudah cukup baik, tanaman bunga, sayur dan tanaman tahunan atau istilah kayu yang mampu menyerap air.

Pembina sekolah Adiwiyata Kabupaten Jember, Drs A Fauzi SSos MSi mengatakan, terkait penyerahan surat keputusan Bupati Jember tentang sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten Jember, sekaligus pemberian piagam penghargaan, merupakan salah satu bentuk apresiasi dari Bupati Jember, yakni sekolah ikut melestarikan dan menyelamatkan lingkungan hidup, sebab lingkungan hidup semakin hari bukan semakin baik, tapi kian memprihatinkan.

Ia juga menambahkan, salah satu bukti masih banyak masyarakat yang belum sadar terhadap arti lingkungan, contohnya masih banyak yang membuang sampah seenaknya. “Kita tahu di tempat-tempat tertentu sampah berserakan, bahkan saat Dinas Lingkungan Hidup libur sehari dalam membuang sampah, Jember menjadi kota yang tidak enak dipandang,” ungkapnya. (Dilla)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.