JAVA NEWS, DONGGALA | Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) berhasil menurunkan Angka Tidak Sekolah (ATS) secara signifikan.

Capaian tersebut diraih melalui serangkaian kegiatan Sosialisasi Pemutakhiran Data ATS yang dilaksanakan secara masif di seluruh wilayah Kabupaten Donggala.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Disdikpora Donggala, Hesti, S.Sos., mengatakan pemutakhiran data menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan anak putus sekolah.

“Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Donggala dalam menuntaskan isu putus sekolah. Melalui pemutakhiran data yang akurat, kami dapat memetakan kondisi riil di lapangan, mengidentifikasi faktor penyebab anak putus sekolah, dan langsung melakukan intervensi dengan solusi yang tepat sasaran,” ujar Hesti saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, sosialisasi pemutakhiran data ATS telah dilaksanakan sejak Juni 2026. Kegiatan tersebut melibatkan operator Dapodik Kesetaraan hingga operator desa di seluruh wilayah Kabupaten Donggala.

Dalam kegiatan itu, Disdikpora juga menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Asia, M.Pd.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Dikpora Donggala Ansyar Sutiadi, S.Sos., M.Si., serta Pimpinan dan Sekretaris Komisi I DPRD Donggala, Muhammad Irvan dan Nasir.

Hesti menegaskan, validasi data merupakan kunci utama keberhasilan program penanganan ATS.

“Dengan data yang mutakhir, kami tidak lagi meraba-raba. Kami bisa melacak keberadaan anak-anak yang putus sekolah, mendatangi mereka, dan memfasilitasi mereka untuk kembali ke bangku pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal seperti Program Paket A, B, dan C,” jelasnya.

Untuk memastikan program berjalan efektif, Disdikpora Donggala juga menggandeng berbagai elemen masyarakat. Di antaranya pemerintah kecamatan, kepala desa, perangkat dusun, hingga tutor pendidikan kesetaraan.

“Kami juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah kecamatan, kepala desa, perangkat dusun, hingga tutor pendidikan kesetaraan,” tambah Hesti.

Ia menegaskan, program pemutakhiran data dan pendampingan anak tidak sekolah akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Hal tersebut sebagai upaya memastikan tidak ada lagi anak di Kabupaten Donggala yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.

“Dengan penurunan angka ATS ini, Disdikpora Donggala optimis indeks pembangunan manusia (IPM), khususnya di sektor pendidikan, akan terus merangkak naik,” katanya.

Hesti menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan amanah Bupati Donggala yang menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Donggala untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berupaya mengembalikan anak-anak ke bangku sekolah sekaligus memastikan tidak ada anak di Donggala yang putus sekolah hanya karena persoalan biaya maupun keterbatasan fasilitas.

Sementara itu, berdasarkan data sementara hasil verifikasi pemutakhiran ATS Bidang PAUD dan Dikmas Disdikpora Donggala, terjadi penurunan yang cukup signifikan.

Sebelumnya, Kabupaten Donggala berada di peringkat kedua dengan jumlah ATS sebanyak 9.121 anak. Setelah dilakukan proses verifikasi dan pemutakhiran data, jumlah tersebut turun menjadi 3.687 anak, sehingga posisi Donggala kini berada di urutan ketiga.

“Data ini masih sementara dan terus kami lakukan pemutakhiran agar benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan,” ungkap Hesti.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh operator yang telah berperan dalam proses pemutakhiran data pendidikan tersebut.

Hesti berharap seluruh operator dapat terus mengawal validitas data pendidikan, sehingga kebijakan dan program pemerintah dapat dilaksanakan secara tepat sasaran demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Donggala.

“Terima kasih atas dedikasi seluruh operator. Kami berharap validitas data pendidikan terus dikawal karena data yang akurat merupakan dasar penting bagi kemajuan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Donggala,” tandasnya.(SIR)