SRAGEN, 2 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 42 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program kerja multidisiplin berupa pengenalan dan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) sederhana bersama anggota Kelompok Tani Sri Rejeki, Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (2/8/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN-T IDBU 42 UNDIP mendorong pemanfaatan sampah organik rumah tangga dan limbah pertanian agar memiliki nilai guna.
Melalui pengolahan menjadi POC, berbagai limbah organik yang selama ini berpotensi menjadi sampah dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan yang mendukung kegiatan pertanian masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan metode pembuatan POC menggunakan bahan dan peralatan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pemanfaatan dua galon bekas sebagai wadah pengolahan sekaligus penampungan hasil dekomposisi.

Bahan yang digunakan meliputi jerami atau kotoran kering, daun kering, sampah dapur seperti cangkang telur, sisa sayuran, sisa buah dan makanan, air cucian beras, EM4, serta molase.
Galon bagian atas dimanfaatkan sebagai wadah bahan organik, sedangkan galon bagian bawah berfungsi sebagai penampung pupuk organik cair yang dihasilkan selama proses dekomposisi. Pada bagian bawah galon juga dipasang kran dispenser sebagai saluran untuk mengambil POC.
Pada tahap praktik, mahasiswa terlebih dahulu menjelaskan tahapan pembuatan kepada anggota Kelompok Tani Sri Rejeki. Galon bekas kemudian dimodifikasi dengan membuat lubang pada bagian tutup untuk menghubungkan wadah atas dan bawah.
Selanjutnya, bahan organik disusun secara berlapis. Jerami atau kotoran kering dan daun kering ditempatkan sebagai salah satu lapisan, kemudian ditambahkan sampah dapur. Susunan tersebut dilakukan secara bergantian hingga wadah terisi.
Untuk membantu proses fermentasi, mahasiswa memperkenalkan campuran yang terdiri atas 1 liter air cucian beras, 10 mililiter EM4, dan 10 mililiter molase. Campuran tersebut diaduk hingga merata, kemudian disiramkan ke bahan organik hingga kondisinya lembap.
Setelah seluruh bahan tersusun dan cairan diberikan secara merata, wadah ditutup dan dibiarkan selama kurang lebih 2–4 minggu untuk menjalani proses fermentasi dan dekomposisi. POC selanjutnya dapat dimanfaatkan setelah proses tersebut berlangsung dengan baik.
Selain memberikan keterampilan teknis, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, baik dari rumah tangga maupun sektor pertanian.
Mahasiswa KKN-T IDBU 42 UNDIP mengajak anggota kelompok tani memahami bahwa sampah organik seperti daun kering, sisa sayuran, buah-buahan, dan limbah dapur tidak selalu harus dibuang. Bahan tersebut masih dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat bagi lingkungan dan pertanian.
Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan multidisiplin KKN-T IDBU 42 UNDIP yang mengintegrasikan aspek lingkungan, pertanian, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan sumber daya lokal.
Dengan metode yang sederhana dan bahan yang relatif mudah diperoleh, pembuatan POC diharapkan dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat Desa Sukorejo.
Kegiatan tersebut juga mendukung sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengurangan serta pemanfaatan kembali sampah organik.
Selain itu, program ini turut mendukung SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui penerapan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui pengelolaan limbah organik yang lebih ramah lingkungan.
Mahasiswa berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada tahap pengenalan dan praktik, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh anggota Kelompok Tani Sri Rejeki sebagai salah satu alternatif pemanfaatan limbah organik rumah tangga dan pertanian.
Dengan demikian, pengolahan sampah organik menjadi POC diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi timbulan sampah sekaligus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat Desa Sukorejo.
Penulis: Puji Rahayu, Leni Anggraini Suryaningum, dan Rizky Fasya Irawan
Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM

