SRAGEN, 2 Agustus 2027 — Mahasiswa KKN-T 42 IDBU Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program kerja edukasi perhitungan keuangan dan kelayakan usahatani bagi masyarakat Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.

Kegiatan yang dirancang oleh Puji Rahayu tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku usaha pertanian, mengenai pentingnya pencatatan serta perhitungan keuangan dalam menjalankan kegiatan usahatani.

Melalui edukasi ini, masyarakat didorong agar tidak hanya mengandalkan pengalaman dalam menjalankan usaha pertanian, tetapi juga mampu mengetahui secara terukur biaya produksi, penerimaan, keuntungan, hingga tingkat kelayakan usaha yang dijalankan.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa memperkenalkan konsep dasar biaya produksi yang terdiri atas biaya tetap (fixed cost/FC) dan biaya variabel (variable cost/VC).

Biaya tetap merupakan biaya yang relatif tidak berubah meskipun jumlah produksi mengalami perubahan, seperti penyusutan alat dan sewa lahan. Sementara biaya variabel berubah mengikuti tingkat produksi, antara lain biaya benih, pupuk, pestisida, serta tenaga kerja harian.

Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai total biaya produksi (Total Cost/TC), yang merupakan penjumlahan biaya tetap dan biaya variabel. Perhitungan tersebut menjadi dasar untuk mengetahui kondisi keuangan suatu kegiatan usahatani.

Selain biaya produksi, mahasiswa menjelaskan cara menghitung penerimaan dan keuntungan usaha. Penerimaan (Total Revenue/TR) diperoleh dari perkalian harga jual per unit dengan jumlah produksi, sedangkan keuntungan diketahui dari selisih antara total penerimaan dan total biaya produksi.

Materi kemudian dilanjutkan dengan analisis kelayakan usahatani. Salah satu indikator yang diperkenalkan adalah R/C Ratio, yakni perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya. Nilai R/C Ratio lebih dari satu menunjukkan bahwa penerimaan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.

Masyarakat juga dikenalkan dengan B/C Ratio sebagai salah satu indikator untuk membandingkan keuntungan atau manfaat bersih dengan total biaya. Selain itu, mahasiswa menjelaskan Break Even Point (BEP) atau titik impas untuk mengetahui batas minimal harga maupun jumlah produksi agar usaha tidak mengalami kerugian.

Dalam praktiknya, masyarakat diperkenalkan dengan BEP harga untuk mengetahui harga jual minimum agar usaha mencapai titik impas serta BEP unit untuk mengetahui jumlah produksi minimum yang harus dicapai.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendorong masyarakat untuk mulai membiasakan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara sederhana dan rutin. Pencatatan keuangan dinilai dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi usaha secara lebih jelas, termasuk dalam menentukan harga jual, mengendalikan biaya produksi, mengelola modal, dan merencanakan pengembangan usaha.

Untuk memudahkan penerapan materi, anggota kelompok tani juga diberikan poster yang memuat contoh perhitungan kelayakan usahatani sehingga dapat digunakan sebagai bahan rujukan dalam mengelola usaha pertanian.

Program edukasi ini juga mendukung sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan literasi keuangan dan kemampuan analisis usaha masyarakat.

Selain itu, kegiatan tersebut turut mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan keterampilan masyarakat dalam memahami dan menerapkan perhitungan ekonomi sederhana. Secara tidak langsung, program ini juga mendukung SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui penguatan kapasitas pelaku pertanian dalam mengelola usaha secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Mahasiswa KKN-T 42 IDBU UNDIP berharap edukasi tersebut dapat memberikan bekal bagi masyarakat Desa Sukorejo untuk menghitung biaya secara tepat, menentukan harga jual, mengetahui keuntungan, menilai kelayakan usaha, serta mengambil keputusan berdasarkan data dan perhitungan yang lebih terukur.

Dengan demikian, pemahaman sederhana mengenai keuangan dan kelayakan usahatani diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam mendorong kemandirian ekonomi sekaligus pengembangan usaha pertanian masyarakat Desa Sukorejo secara berkelanjutan.

Penulis: Puji Rahayu
Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM